GARUT – Riuh tepuk tangan dan yel-yel suporter menggema tanpa henti di GOR Adiwijaya, Sabtu (25/7/2026). Ribuan pasang mata larut dalam atmosfer pertandingan Liga Futsal Garut yang mempertemukan SMAN 16 Garut melawan SMKN 2 Garut. Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan hingga menit terakhir.
Duel dua tim pelajar itu menyajikan permainan cepat dan penuh determinasi. Sorak-sorai pendukung dari kedua kubu terus bersahutan, menciptakan suasana layaknya laga profesional. Setelah saling berbalas serangan, SMKN 2 Garut akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2.
Di tengah kemeriahan pertandingan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, hadir langsung menyaksikan jalannya laga. Menurutnya, Liga Futsal Garut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah penting dalam membina dan mencetak atlet-atlet muda berprestasi.
“Alhamdulillah, liga futsal pelajar tingkat SMP dan SMA ini rutin digelar setiap tahun dan berlangsung selama satu bulan penuh. Ini merupakan bagian dari proses pembinaan atlet usia dini. Bahkan, dari pembinaan ini sudah ada dua atlet Garut yang berhasil menembus pelatnas,” ujar Asep.
Ia menegaskan, kompetisi yang berkesinambungan menjadi fondasi penting bagi lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten Garut, Heri Wahyudianto, menjelaskan bahwa Liga Futsal Garut tahun ini diikuti peserta dalam sembilan kategori pertandingan. Mulai dari antar klub, antarporter, hingga kompetisi pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK, baik kategori putra maupun putri.
“Secara keseluruhan terdapat 22 klub futsal dan 48 tim pelajar yang ambil bagian dalam kompetisi ini. Antusiasme peserta terus meningkat setiap tahunnya, sehingga menjadi bukti bahwa futsal semakin diminati generasi muda di Kabupaten Garut,” katanya.
Heri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga yang terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, termasuk penyediaan fasilitas GOR Adiwijaya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dispora dan Bapak Kadispora Asep Mulyana yang selalu hadir memantau pertandingan. Dukungan ini menjadi amanah bagi kami untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan selama kompetisi berlangsung,” ujarnya.
Menurut Heri, keberadaan GOR Adiwijaya sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet futsal Garut. Dari fasilitas dan kompetisi yang berkelanjutan inilah mulai bermunculan bibit-bibit atlet potensial.
Ia pun mengungkapkan kabar membanggakan. Salah satu pemain futsal muda Garut kategori U-16, Alpian, mendapat kesempatan memperkuat Tim Nasional Indonesia dan akan berangkat ke Thailand untuk mengikuti ajang Piala AFF.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten melalui kompetisi lokal mampu membuka jalan bagi atlet daerah untuk menembus panggung internasional. Liga Futsal Garut pun tak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi besar generasi muda yang kelak membawa nama Garut dan Indonesia ke level yang lebih tinggi.(gilang)



