26.5 C
Garut
Senin, Juni 8, 2026

Buy now

Yudha Puja Turnawan di Lokasi Kebakaran: Menguatkan Abah Ajan yang Kehilangan Segalanya

GARUT — Api tak hanya membakar kayu dan dinding. Ia juga nyaris melahap satu-satunya tempat berlindung dan harapan hidup seorang lansia bernama Abah Ajan.

Minggu siang (22/3/2026), pukul 12.02 WIB, rumah sederhana miliknya di Kampung Baruraden, RT 05 RW 01, Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, habis dilalap si jago merah. Tak ada yang tersisa, selain puing, arang, dan kesunyian yang menggantung di udara.

Di usia senja, Abah Ajan bukanlah sosok yang berpangku tangan. Ia buruh tani. Ia juga pengangkut sampah warga. Di saat banyak orang memilih beristirahat, ia justru masih berjuang untuk sekadar bertahan hidup. Ironisnya, justru di titik paling rapuh itu, musibah datang tanpa ampun.

Di tengah luka yang belum sempat reda, secercah kepedulian hadir. Malam harinya, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, datang langsung menembus gelap, melihat sendiri sisa kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal Abah Ajan.

Ia tak datang sendiri. Bersama Camat Pasirwangi Bambang Rudianto, Kepala Desa Barusari Ahmad Gunawan, dan kader PDI Perjuangan Yuyus Mulyana Kartawiredja, mereka menyaksikan kenyataan pahit: seorang lansia kehilangan segalanya dalam hitungan menit.

Bantuan pun diberikan—sembako dan santunan uang tunai. Dari Lumbung Sosial Desa Sarimukti, bantuan tambahan berupa family kit, kasur, selimut, hingga terpal turut disalurkan. Namun, di balik semua itu, ada satu pertanyaan yang tak bisa dihindari: apakah ini cukup?

Karena sejatinya, yang terbakar bukan hanya rumah. Yang hilang adalah rasa aman, tempat pulang, dan sisa-sisa ketenangan di usia tua.

Yudha pun tak menutup mata. Ia mendorong langkah lebih besar—bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi gerakan bersama. Ia meminta Pemerintah Kecamatan Pasirwangi untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan, mulai dari program CSR perusahaan hingga lembaga filantropi seperti BAZNAS, LazisNU, LazisMu, dan LAZ Persis.

Seruan itu bukan tanpa alasan. Sebab membangun kembali rumah Abah Ajan bukan hanya soal dinding dan atap, tetapi tentang memulihkan martabat seorang manusia yang nyaris kehilangan segalanya.

Kisah ini seharusnya tidak berhenti sebagai kabar duka. Ia harus menjadi cermin—sejauh mana kita, sebagai masyarakat, benar-benar hadir saat yang lemah terjatuh.

Abah Ajan mungkin hanya satu nama di sudut Garut. Tapi dari puing rumahnya, ada pesan yang lebih besar: bahwa kepedulian tak boleh datang terlambat, dan kemanusiaan tak boleh setengah-setengah.

Kini, di antara abu yang masih tersisa, harapan itu menggantung. Pertanyaannya sederhana, namun menohok—siapa yang benar-benar akan membantu menyalakan kembali kehidupan Abah Ajan?. (gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903