27.4 C
Garut
Kamis, Agustus 20, 2026

Buy now

Yudha Anggota DPRD Garut Kunjungi Kokom, Janda Miskin di Bayongbong Rumahnya Ambruk

GARUT – Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi Kokom (52), seorang lansia janda miskin yang rumahnya ambruk di Kampung Dangdeur, RT 3 RW 6, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Kamis (20/8/2026).

Yudha datang bersama Tagana Dinas Sosial Kabupaten Garut didampingi pula Pemerintah Desa Mekarsari dan Ketua RW 06. Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan bantuan pribadi berupa sembako dan uang tunai kepada Kokom. Sementara itu, Dinas Sosial Garut turut menyerahkan bantuan sembako serta kebutuhan sehari-hari.

Yudha mengaku prihatin melihat kondisi Kokom yang harus menghadapi musibah rumah roboh. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Kokom tidak mampu memperbaiki rumahnya, sehingga untuk sementara waktu ia terpaksa mengontrak.

Rumah Kokom mengalami kerusakan parah. Bagian dapur telah ambruk, sedangkan bagian rumah lainnya juga nyaris roboh dan dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat tinggal.

” Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Yuda Puja Turbawan, anggota DPD Garut. Hari ini bersama Dinsos Garut kita mengunjungi Ibu Kokom ini di Kampung Dangdeur RT 3 RW 6, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong di hari Kamis, 20 Agustus 2026 ini. Saya mendapat laporan dari Pak RW mengenai Ibu Kokom yang kondisi rumahnya sangat tidak layak huni, namun memang ternyata ini rumahnya di atas tanah PT KAI ( PJKA), sehingga memang akan sangat sulit mendapatkan bantuan rutilahu baik dari APBD maupun APBN,” katanya.

Menurut Yudha, persoalan kepemilikan lahan menjadi salah satu kendala untuk mendapatkan program rumah tidak layak huni (rutilahu). Pasalnya, rumah Kokom berdiri di atas tanah milik PT KAI sehingga tidak memenuhi persyaratan kepemilikan tanah untuk bantuan rutilahu.

Meski demikian, Yudha berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mencari alternatif pembiayaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan lembaga sosial.

“Namun, kepada Pak Bupati saya berharap ada kolaborasi pendanaan, dari CSR maupun Baznas, ya. Kita usahakan dana CSR dari BPR Garut atau entitas usaha lainnya,” sambung Yudha.

Yudha juga mendorong Bupati Garut segera membentuk forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Menurutnya, keberadaan forum tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat kurang mampu yang menghadapi persoalan serupa.

“Harapan saya makanya Pak Bupati segera membentuk forum TJSLP, forum tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan agar banyak warga dhuafa seperti Ibu Kokom ini yang bisa dibantu,” ujarnya.

Yudha menerangkan, Kokom merupakan seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya beberapa tahun lalu. Rumah yang ditempatinya kemudian mengalami kerusakan hingga bagian belakang ambruk.

Ia berharap kondisi Kokom menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga dapat diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan perbaikan tempat tinggal.

Yudha juga menyinggung peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut. Ia menyebut, Ketua RW setempat telah mengajukan proposal bantuan untuk Kokom kepada Baznas Garut.

“Dan Pak RW sudah bilang ke saya sudah membuat proposal ke Basnas Garut. Nah, harapan saya Baznas, ketika ada proposal masuk, asesmen dulu karena Ibu Kokom ini sangat layak untuk dibantu perbaikan rumahnya,” ujarnya.

Menurut Yudha, proses asesmen penting dilakukan untuk memastikan kondisi dan kelayakan penerima bantuan sebelum keputusan pemberian bantuan dilakukan.

” Jadi, minimal asesmen dulu karena tentu tiap tahun kita APBD Garut memberikan hibah juga kepada Baznas agar Baznas ini bisa gerak cepat asesmen menengok warga, untuk apakah layak atau tidak untuk dibantu. Tentu ketika sudah ada asesmen, silakan diplanokan untuk dibantu atau tidak oleh Baznas Garut,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan juga diberikan sebagai bentuk kepedulian sementara terhadap kondisi Kokom. Yudha berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada pemberian sembako dan santunan, tetapi dilanjutkan dengan solusi agar Kokom dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

” Dari Dinsos memberikan bantuan sembako. Saya juga selaku anggota dewan memberikan bantuan sembako dan sedikit santunan uang untuk Ibu Kokom. Tapi tentunya harapan saya, pemkap Garut bisa mencari solusi agar Ibu Kokom bisa memiliki rumah tinggal kembali,” tutup Yudha.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903