MEDAN – Massa mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UINSU (ALMAUN) Menggugat, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin 12 September 2022.
Dalam orasinya, massa mahasiswa yang dikoordinir Andrian Aditia, dan Rizky Dhani Munthe ini, mengatakan dampak kenaikan BBM telah menambah kesusahan para orangtua mereka.
“Kita di sini berjuang untuk kepentingan masyarakat. BBM naik, listrik naik, semua naik. Rakyat menjadi susah. Katanya pemulihan ekonomi. Tapi ekonomi para kapitalis yang pulih. Maka kita harus menolak kenaikan BBM,” teriak orator yang disambut massa aksi lainnya,” Setuju !!!..Setuju !!!.”
Dulu, sambung orator, Bung Karno pernah mengatakan, “Musuhku lebih mudah karena melawan bangsa lain. Tapi perjuanganmu akan lebih susah karena menghadapi bangsamu sendiri. Dan para pejabat serta anggota dewan itu adalah bangsa kita sendiri yang telah menjadi pejajah rakyatnya sendiri. Mereka telah menjadi musuh kita,” ucap orator.
Dengan pengawalan ketat kepolisian, mahasiswa sempat melakukan pembakaran ban yang bersifat hanya pernyataan sikap menolak kenaikan harga BBM. Namun, dapat dipadamkan tim pengamanan dari kepolisian, setelah anggota DPRD hadir menemui mereka.
Massa melanjutkan orasinya dengan mengatakan bahwa setelah BBM dinaikan, rakyat diberi subsidi dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tapi data penerima BLT masih sangat carut-marut. Buktinya, masih banyak penerima BLT adalah orang-orang kaya.
Menunggu datangnya anggota DPRD Sumut, massa berorasi sambil menyanyikan lagu-lagu pergerakan. (ind)



