GARUT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut turut memperingati Milad ke-25 BAZNAS Republik Indonesia pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan tersebut digelar di Kantor BAZNAS Kabupaten Garut, Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota.
Peringatan Milad ini dirangkaikan dengan penyaluran berbagai bantuan sosial kepada penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan berupa kursi roda, kaki palsu, serta sejumlah bantuan jaminan sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, menyampaikan langsung kepada Bupati Garut mengenai berbagai kegiatan serta capaian yang telah diraih BAZNAS Garut selama ini. Ia juga memaparkan sejumlah prestasi lembaga dalam pengelolaan keuangan zakat.
Terkait kegiatan bantuan sosial yang diselenggarakan, Abdullah Efendi menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan kaki palsu, kursi roda, serta melakukan aktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
” Alhamdulillah, ini ada sembilan orang, lalu kursi roda ada dua orang, aktivasi BPJS, dua puluh dua orang yang diundang ke sini,” ujarnya.
Abdullah Efendi mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi BAZNAS saat ini adalah masih adanya sebagian muzakki yang menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik atau melalui lembaga lain di luar BAZNAS. Oleh karena itu, pihaknya berencana menyusun skema kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
”Kami akan menggandeng MUI untuk menyadarkan bahwa zakat itu lebih baik diserahkan kepada badan amalan terutama ke BAZNAS. Karena lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan zakatnya dan itu bisa membantu pemerintah dalam menanggulangan kemiskinan,” jelas Abdullah.
Selain itu, Abdullah Efendi juga menyoroti capaian penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai masih belum optimal. Hingga saat ini, realisasi zakat ASN yang diterima BAZNAS Kabupaten Garut baru mencapai sekitar 30 persen.
” Cuman baru tiga puluh persen optimalnya Bapak Bupati, kami baru menerima sekitar tujuh ratus atau delapan ratus di luar Kemenag,” ujarnya.
BAZNAS Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Garut.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penanganan kondisi darurat dan kebencanaan melalui penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran.
“Ketika ada bencana dan kita belum menyiapkan dana, segera BAZNAS sanggup. Dalam beberapa kasus, BAZNAS itu ebih responsif karena mereka lebih fleksibel,” ujar Syakur.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Garut terhadap profesionalitas pengelolaan dana yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Garut hingga mampu meraih berbagai penghargaan. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kesungguhan BAZNAS dalam menjaga amanah umat.
Bupati Garut menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban umat Islam. Meski mekanisme penyalurannya diserahkan kepada masing-masing individu, BAZNAS sebagai lembaga formal yang dibentuk pemerintah diharapkan memperoleh perhatian dan dukungan yang lebih besar.
“Tapi kami juga mengimbau, karena baznas adalah lembaga formal yang dibentuk pemerintah. Sehingga menurut saya perlu mendapatkan atensi yang lebih besar,” tambahnya.(feri)



