GARUT — Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi Emak Nesih, seorang lansia tunanetra yang hidup sebatang kara di Kampung Batugede RT 03 RW 01, Desa Sukamanah, Kecamatan Bayongbong, Jumat (23/1).
Dalam kunjungan tersebut, Yudha menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Emak Nesih yang tidak hanya kehilangan penglihatan, tetapi juga belum tersentuh jaminan sosial pemerintah. Menurutnya, kelompok rentan seperti lansia tunanetra seharusnya menjadi prioritas dalam sistem perlindungan sosial.
“Ini mencerminkan masih adanya warga rentan yang luput dari sistem pendataan,” ujar Yudha Puja Turnawan kepada Radar Garut, Sabtu (24/1).
Yudha menjelaskan, penyebab Emak Nesih belum menerima berbagai komponen bantuan sosial karena belum terdata dalam Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Akibatnya, hak-hak sosial yang seharusnya diterima belum dapat disalurkan.
Selain persoalan data, Yudha juga menyoroti kondisi rumah Emak Nesih yang dinilainya jauh dari kata layak huni dan berpotensi membahayakan keselamatan. Untuk sementara waktu, Emak Nesih diungsikan ke rumah kakaknya, Emak Sanah, yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Saya berharap Kementerian Sosial RI dapat melakukan asesmen langsung agar Emak Nesih bisa mendapatkan Bantuan Rumah Sejahtera Terpadu,” tambah Yudha.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Garut agar memprioritaskan bantuan perbaikan rumah bagi lansia rentan, khususnya melalui program Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha Puja Turnawan memberikan bantuan awal secara pribadi. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut turut menyalurkan bantuan sembako kepada Emak Nesih.
Di sisi lain, Pendamping Sosial Desa telah membawa Emak Nesih ke kantor kecamatan untuk melakukan perekaman data kependudukan agar memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid dan terdata dalam DTSEN. Yudha juga meminta operator SIKS-NG Desa Sukamanah segera mengusulkan pembaruan desil agar Emak Nesih dapat segera mengakses bantuan sosial.
Yudha menegaskan pentingnya kolaborasi pendanaan, baik dari CSR perusahaan, Baznas, maupun lembaga lainnya, untuk membantu Emak Nesih dan warga rentan dengan kondisi serupa.
Dalam kunjungan itu, Yudha didampingi oleh Agus Maran selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Bayongbong, Supriadi dari DKP Kabupaten Garut, Entam Rustam Kepala Desa Sukamanah, Novi Pendamping Sosial Desa Sukamanah, serta Dokter Gia dari Puskesmas Cilimus.(pey)



