GARUT – Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Garut, Dedeng Hamam, menjelaskan kenapa banyak bantuan BPNT dan PKH tidak bisa cair.
Ketua TKSK Garut Dedeng Hamam, menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya pernah berkunjung ke Kemensos RI dan bertanya langsung perihal masalah tersebut.
Berdasarkan keterangan Kemensos, Ketua TKSK Garut itu menjelaskan bahwa banyaknya bansos tak bisa cair karena masalah data yang tidak valid.
” Data yang ada di pusdatin itu masih banyak data yang belum valid. Jadi di pusdatin dikemalikan ke daerah untuk dilakukan verifikasi dan validasi data,” ujar Ketua TKSK Garut Dedeng Hamam.
BACA JUGA: Kabar Gembira, BLT BBM dan BPNT Akan Cair Lagi di Garut
Selama masa awal kata Dedeng, kurang lebih ada 285 ribu penerima bansos BPNT di Kabupaten Garut, namun seiring banyaknya data tidak valid, jumlah tersebut berkurang drastis.
Jadi selama ini kata Dedeng, Kemensos hanya akan menyalurkan bansos kepada penerima yang datanya sudah clean saja.
BACA JUGA: IPM Kabupaten Garut Alami Kenaikan Tertinggi di Jawa Barat Pada Tahun ini
Kemensos menerima laporan setiap bulan dari pusdatin terkait data yang sudah diverifikasi dan validasi.
” Kemensos menyalurkan bansos berdasarkan data yang clean. Versi pusdatin diberikan ke Kemensos untuk di SK kan, atau di SP2D kan,” ujar Dedeng.(gilang)
BACA JUGA: Pelayanan di Kantor Desa Ciela Tetap Berjalan Pasca Mundurnya Kades
BACA JUGA: Pengelola Birci Journal Tak Terima Pencabutan Akreditasi oleh Dikti yang Diduga Tidak Sesuai



