GARUT – Nama Suprih Rozikin, S.H., M.H. kembali mencuri perhatian di panggung organisasi dan politik Jawa Barat. Politisi muda yang kini dipercaya memimpin Komisi II DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Golkar itu terpilih sebagai salah satu Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat periode 2026–2031.
Kepercayaan tersebut menjadi catatan penting bagi perjalanan Suprih Rozikin. Dari panggung politik di Kabupaten Garut, ia kini mendapat mandat untuk ikut mengambil bagian dalam menggerakkan organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di tingkat Jawa Barat.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (9/8/2026), Suprih membenarkan kabar tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih atas beritanya. Iya, betul, saya terpilih sebagai Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat periode 2026–2031,” ujar Suprih.
Suprih terpilih bersama enam tokoh lainnya dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VII MW KAHMI Jawa Barat yang digelar di Kota Bandung. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan KAHMI Jawa Barat selama lima tahun ke depan.
Hasil pemungutan dan penghitungan suara menetapkan tujuh nama sebagai Presidium Terpilih MW KAHMI Jawa Barat periode 2026–2031.
Ahmad Hidayat, S.I.Kom. meraih suara terbanyak dan dipercaya menjadi Koordinator Presidium. Sementara Suprih Rozikin, S.H., M.H. menjadi salah satu dari enam Presidium lainnya yang akan bersama-sama menjalankan roda organisasi KAHMI Jawa Barat.
Adapun tujuh Presidium Terpilih MW KAHMI Jawa Barat periode 2026–2031 yakni Ahmad Hidayat, S.I.Kom. sebagai Koordinator Presidium; Suprih Rozikin, S.H., M.H.; H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb.; Saepul Bahri Bin Zein atau Om Zein yang juga menjabat Bupati Purwakarta sekaligus politisi Partai Gerindra; Dodi Ferdiana Kusnandar, S.Pd.I.; Husni Farhani M., S.H., M.Si., C.Me.; serta Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Bagi Suprih Rozikin, terpilihnya sebagai Presidium MW KAHMI Jawa Barat bukan sekadar jabatan organisasi. Amanah tersebut sekaligus menjadi ruang yang lebih luas untuk membawa gagasan, pengalaman, dan semangat pengabdian dari daerah ke tingkat Jawa Barat.
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Garut, Suprih selama ini berada di ruang strategis yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan, perekonomian, pemerintahan, serta kepentingan masyarakat.
Kini, pengalaman tersebut berhadapan dengan tantangan yang lebih luas. Sebagai bagian dari Presidium KAHMI Jawa Barat, Suprih dihadapkan pada tanggung jawab untuk ikut mendorong alumni HMI agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
KAHMI sendiri memiliki sejarah panjang dalam menghimpun para alumni HMI yang tersebar di berbagai bidang kehidupan. Karena itu, posisi Presidium bukan hanya simbol kepemimpinan, melainkan juga ruang pengabdian untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, jejaring, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Terpilihnya Suprih juga menjadi gambaran bahwa kader dan alumni HMI dari daerah memiliki peluang besar untuk mengambil peran di tingkat provinsi.
Dari Garut, Suprih membawa pengalaman politik sekaligus pengalaman pengabdian sebagai wakil rakyat. Modal tersebut diharapkan dapat menjadi energi baru dalam memperkuat peran KAHMI Jawa Barat agar semakin dekat dengan persoalan masyarakat.
Momentum Muswil VII MW KAHMI Jawa Barat semakin bermakna karena beriringan dengan pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menekankan pentingnya kontribusi nyata para alumni HMI dan insan akademik.
Pesan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menjadi keynote speaker pada Pembukaan Resmi Muswil VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrili Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026) malam.
Dedi mendorong alumni HMI dan insan akademik agar tidak berhenti pada gagasan. Ilmu, pemikiran, dan kapasitas intelektual harus diterjemahkan menjadi perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi kepemimpinan baru KAHMI Jawa Barat.
Termasuk bagi Suprih Rozikin.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya kini bukan hanya tentang bagaimana menjalankan organisasi, tetapi juga bagaimana menjadikan ruang KAHMI sebagai wadah untuk melahirkan gagasan yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
Bagi politisi muda dari Garut itu, panggung baru ini dapat menjadi jembatan untuk memperluas pengabdian. Jika selama ini perjuangannya banyak dilakukan melalui lembaga legislatif di Kabupaten Garut, kini ruang kontribusinya terbuka lebih luas di tingkat Jawa Barat.
Lima tahun ke depan akan menjadi pembuktian.
Apakah kepercayaan tersebut mampu diubah menjadi kerja nyata, gagasan yang membumi, dan kontribusi yang dirasakan masyarakat?
Jawabannya akan ditentukan oleh langkah kepemimpinan baru MW KAHMI Jawa Barat.
Dan dari jajaran tersebut, nama Suprih Rozikin membawa pesan penting: bahwa politisi muda dari daerah pun mampu berdiri di panggung Jawa Barat, membawa pengalaman, gagasan, sekaligus semangat pengabdian untuk ruang yang lebih luas.



