GARUT – Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, terus menggenjot pelaksanaan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketahanan Pangan tahun 2025. Upaya ini menjadi salah satu langkah strategis desa dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kepala Desa Sukamaju, Ade Juanda, mengatakan program BUMDes Ketahanan Pangan di wilayahnya berjalan dengan baik dan sudah mulai memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bumdes di Sukamaju berwira usaha di ketahanan pangan ternak ayam petelor sejumlah 800 ekor ayam berlokasi di Kampung Balagodeg,” ujar Ade Juanda, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, produksi telur saat ini masih dalam tahap awal. Kondisi ayam petelur belum sepenuhnya normal sehingga hasil telur sementara dipasarkan hanya kepada masyarakat sekitar.
Ade berharap sinergi antara pihak desa, BUMDes, dan para pelaku terkait dapat semakin kuat. “Mudah mudahan ya bisa kerja sama dengan antara SPPG dan Bumdes kami yang ada di Desa Sukamaju mungkin itu,” katanya.
Meski begitu, Ade mengungkapkan bahwa untuk saat ini SPPG belum tersedia di wilayah Sukamaju. “Untuk sementara Ade mengatakan belum ada SPPG karna mungkin yang mengirim MBG ke anak sekolah khususnya di Desa Sukamaju SPPG yang ada di Desa Mekaraya,” ujarnya.
Ia menambahkan, produksi telur masih dalam tahap pemulihan karena ayam baru berusia dua bulan. “Kalau untuk ayam bertelurnya sementara karna dalam tahap mungkin belum normal bahkan telur nya masih kecil kecil belum semuanya bertelur karna baru 2 bulan insya allah kalau sudah normal yang sekitar 800 itu bisa mengahasilkan 50 kg telur perhari,” pungkasnya.
Dengan berjalannya program ini, Pemerintah Desa Sukamaju berharap sektor pangan di desa semakin kuat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warganya.(atu)



