26 C
Garut
Rabu, Agustus 26, 2026

Buy now

Rumah Lansia di Desa Sukarasa Garut Roboh, Bantuan BAZNAS dan CSR Jadi Harapan Karena Berdiri di Tanah Carik

GARUT — Kesedihan mendalam dirasakan sepasang lansia, Cucu dan Juhaenah, setelah rumah panggung yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka roboh pada Selasa malam (25/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Rumah tersebut berada di Kampung Ciparay Gede, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Bangunan rumah yang kondisinya sudah lama lapuk itu sebelumnya memang dikhawatirkan roboh. Kekhawatiran tersebut akhirnya menjadi kenyataan ketika rumah tidak lagi mampu bertahan dan ambruk.

Peristiwa itu membuat Juhaenah dan Cucu tak kuasa menahan kesedihan. Keduanya menangis setelah kehilangan tempat tinggal satu-satunya.

Pada malam yang sama, keduanya mendapat kunjungan dari anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Kunjungan tersebut turut didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dan Pemerintah Desa Sukarasa.

Dalam kunjungan itu, Yudha memberikan bantuan pribadi berupa sembako dan uang tunai. Sementara BPBD Kabupaten Garut juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan Juhaenah dan Cucu setelah rumah mereka roboh.

Yudha meminta Pemerintah Kabupaten Garut memberikan perhatian terhadap hasil asesmen yang dilakukan BPBD. Menurutnya, hasil asesmen tersebut penting menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan bagi keluarga yang tertimpa musibah.

” Tentunya harapan saya hasil asesmen BPBD kabupaten Garut bisa diperhatikan, bisa mendapatkan atensi dari Bupati Garut Ibu Wakil Bupati dan juga pak sekda,” ujarnya.

Namun, Yudha menyebut bantuan bahan bangunan bagi warga yang tertimpa musibah kebakaran maupun rumah roboh yang biasanya tersedia melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut saat ini sudah habis.

Karena itu, ia mendorong Bupati Garut mencari sumber pendanaan alternatif, salah satunya melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari berbagai entitas usaha swasta yang berada di Kabupaten Garut.

“Karena Disperkim Garut sudah habis bantuan bahan bangunan, harapan saya pak Bupati bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR, bukan hanya dari BJB Garut dan BPR Garut tapi juga dari berbagai entitas usaha skala besar,” ujar Yudha.

Selain CSR, Yudha juga meminta agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut ikut dilibatkan untuk membantu warga yang rumahnya roboh akibat musibah.

Ia berharap Bupati Garut dapat mengarahkan Baznas agar memberikan perhatian terhadap kondisi Cucu dan Juhaenah.

” Kemudian juga untuk basmas Garut yang setiap bulan menghimpun dana zakat dari segenap ASN Garut, oleh pak Bupati bisa diarahkan untuk membantu pak Cucu untuk membangun rumahnya kembali,” katanya.

Yudha mengaku prihatin lantaran masih terdapat warga yang rumahnya mengalami kebakaran maupun ambruk tetapi belum mendapatkan bantuan dari Baznas Garut.

“Saya cukup prihatin karena betapa banyak musibah rumah kebakaran dan rumah ambruk yang tidak mendapatkan bantuan dari baznas Garut. harapan saya ini menjadi perhatian Kepada Bupati Garut dan juga kepada pak sekda agar bisa mengarahkan baznas untuk perbaikan rumah pak cucu dan ibu juhaenah, karena Ini masalahnya cukup rumit karena mereka tinggal di tanah carik desa,” ujar Yudha.

Menurut Yudha, bantuan melalui Baznas dan CSR perusahaan menjadi salah satu opsi yang realistis untuk membantu keluarga tersebut. Persoalannya, rumah Cucu dan Juhaenah berdiri di atas tanah carik desa sehingga mereka terkendala untuk mendapatkan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Program tersebut mensyaratkan kepemilikan lahan sendiri. Kondisi itu membuat bantuan Rutilahu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sulit diberikan kepada keluarga tersebut.

” Tidak mungkin bagi pak cucu untuk mendapatkan bantuan rutilahu baik itu dari APBD Garut maupun dari APBN. Maka dari itu solusinya adalah dari CSR dan juga dari baznas,” ujarnya.

Sementara itu, Wawan, Kaur Perencanaan Desa Sukarasa, mengatakan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa robohnya rumah tersebut.

Meski demikian, keluarga yang terdampak mengalami trauma cukup mendalam lantaran kehilangan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka.

Wawan menjelaskan, rumah lansia tersebut berdiri di atas lahan carik Desa Sukakarya yang secara wilayah berada di Desa Sukarasa. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam pengajuan bantuan Rutilahu.

Padahal, menurut Wawan, Pemerintah Desa Sukarasa sudah beberapa kali mengajukan keluarga tersebut agar mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

Kondisi Cucu dan Juhaenah kini menjadi perhatian. Di tengah keterbatasan akses terhadap bantuan perumahan pemerintah, dukungan dari pemerintah daerah, Baznas, maupun dunia usaha diharapkan dapat menjadi jalan keluar agar keduanya kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903