Penulis: Ustadz Hendra Siregar SH.I
- Direktur Kantor Law Office Aksara of Justice
- Pengasuh Islamic Boarding School Dhinukum Zholtan
- Penceramah
MEDAN – Menjelang akan diselenggarakannya Pilgub Sumatera Utara (Sumut) mulai jadi perbincangan. Siapa yang akan maju dan diusung oleh partai politik semakin menjadi pergunjingan.
Salah satu nama yang muncul dan siap maju di Pilgub Sumut yaitu Bobby Nasution, Wali Kota Medan.
Namun demikian, kami selaku masyarakat Sumut memberikan beberapa catatan terhadap kinerja Bobby Nasution yang selama ini dianggap belum berhasil.
Berikut ini beberapa catatan dari program Bobby Nasution yang belum berhasil dan dinilai kontroversial sebagaimana dikutip dari beberapa sumber:
Proyek Lampu pocong yang Gagal
Proyek lampu jalan atau yang viral sebagai sebutan lampu pocong menjadi salah satu proyek gagal dari Pemkot Medan dan hal itu diakui sendiri oleh Bobby Nasution.
Kendati Pemkot Medan berhasil mengambil uang pengembalian dari pemborong, namun hal ini mengindikasikan ketidakcermatan Pemkot Medan di bawah Booby Nasution.
Pembangunan Gedung Kejari Medan
Pembangunan Gedung Kejari Medan yang sempat roboh pada saat pembangunan dan belum diserahterimakan hingga akhirnya dibangun kembali dengan dana hibah dari Pemkot Medan. Hal ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dari Pemkot Medan terhadap proyek yang berada di lingkup Pemkot.
Apresiasi Polisi Tembak Mati Begal
Melalui akun Twitter miliknya @bobbynasution, Bobby memberikan apresiasi atas penembakan begal yang dilakukan anggota kepolisian pada tahun 2023 lalu.
Sikap mengapresiasi yang dilakukan oleh Wali Kota Medan ini sama dengan membenarkan penegakkan hukum yang serampangan atau pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing). penegakan hukum harusnya dijalankan dengan mekanisme yang benar dan tidak melanggar hukum itu sendiri.
Medan anti LGBT
Dalam akun twitternya @bobbynasution_ pada 2 Januari 2023, Wali Kota Medan ini menyatakan pendapatnya. “Kota Medan tidak ada LGBT, kita anti LGBT” ungkapnya dalam unggahan singkatnya. Di postingan selanjutnya, ada perkataan lanjutan dari Wali Kota Medan ini tentang tidak ada etnis apa pun yang mendukung LGBT. “Kalau banyak LGBT, bonus demografi tidak akan tercapai” lanjutnya.
Pernyataan ini juga menjadi kontroversial di tengah masyarakat, dan banyak yang mengkritiknya karena tidak perlu mengurus hal yang bersifat pribadi seperti itu. Karena masih banyak urusan yang harus diurus wali kota.
Janji prioritaskan pendidikan
Kelompok yang mengatasnamakan Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) melakukan pernah melakukan aksi damai di depan Kantor Walikota Medan, Jumat (31/3/2023). Dalam orasinya, Koordinator Aksi Wira Putra menilai masa kepemimpinan Bobby Nasution yang telah dua tahun lebih berjalan belum maksimal.
Bahkan kelompok yang terdiri dari PMII, PMKRI, KAMMI dan IMM ini menilai Bobby Nasution gagal menjadi Walikota Medan dan lebih baik mundur dari jabatannya.
Wira yang juga Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara ini menilai janji-janji kampanye yang pernah dilontarkan menantu Presiden Joko Widodo itu tidak terealisasi.
“Lima program prioritas yang digaungkan Walikota Medan tidak menjadikan pendidikan sebagai salah satu persolan prioritas yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Fakta itu terlihat dari masih maraknya anak-anak terlantar di jalan Kota Medan, pedagang asongan juga kian menjamur dan maraknya aksi tawuran serta pengguna narkoba kalangan anak muda Medan.
Tidak Peka Terhadap Keluhan Masyarakat
Aksi Cipayung Plus di depan Balaikota Medan, yang terdiri dari PMII, PMKRI, KAMMI dan IMM Jumat (31/3/2023)
Menilai Bobby gagal dalam membenahi persoalan infrastruktur. Tidak peka terhadap keluhan masyarakat, khususnya masyarakat Medan Johor yang mengeluhkan pembangunan median jalan.
Terkait median jalan di Medan Johor, sebelumnya DPRD Medan melalui rekomendasi dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) juga telah menginstruksikan agar Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan membuka sebagian median jalan untuk memudahkan masyarakat beribadah ke masjid.
Kemacetan di kota Medan kian menggurita
Berdasarkan pemantauan HMI Cabang Medan 2023 lalu, hingga hari ini proyek yang dijalankan oleh Walikota Medan terkesan kejar target dan asal-asalan, sehingga tidak mendapatkan perencanaan yang matang dan memperhatikan aspek manfaatnya.
Lihat saja pekerjaan proyek hari ini, banyak masyarakat yang terdampak dari proyek tersebut. Di Jalan H.M Yamin dan Jalan Abdullah Lubis misalnya, akibat dari pekerjaan di daerah tersebut banyak UMKM yang mesti “tutup toko” lebih cepat karena pekerjaan terlalu lama.
Dengan ini hasil dari proyek tersebut dinilai tidak melihat rasa keadilan bagi masyarakat yang beraktivitas mendirikan UMKM. Begitu juga bagi para pengguna jalan, yang merasa sampai hari ini Kota Medan betul-betul macet di berbagai tempat.
Demikianlah pandangan penulis tentang sejumlah kegagalan atau kinerja yang belum berhasil dari Boby Afif Nasution selama menjadi walikota Medan yang dapat penulis rangkum dan teliti dari berbagai sumber hingga saat ini..
Sumber referensi
Cipayung Plus Nilai Bobby Nasution Gagal Jadi Walikota Medan: Lebih Baik Mundur!
Selain Lampu Pocong, Ini Proyek Gagal Walkot Bobby yang Lain
Bobby Nasution Dinilai Gagal Benahi Kota Medan
3 Catatan Kontroversi Wali Kota Medan Bobby Nasution: Soal LGBT, Lampo Pocong, Tembak Begal



