GARUT – Bupati Garut, Rudy Gunawan, menerima audiensi dari pihak Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu untuk membahas rencana pembangunan gedung Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung di Kabupaten Garut. Pertemuan berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Selasa (25/7/2023).
Dalam pertemuan ini, drg. Tri Fajari Agustini, Direktur RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk membahas integrasi antara RS. Paru Dr. H. A. Rotinsulu dengan BBKPM Bandung. Sebelumnya, rumah sakit ini telah mendapatkan hibah dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk pembangunan di area Astana Kalong, Jalan Pembangunan, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.
Menurut drg. Tri Fajari Agustini, pembangunan Rumah Sakit Paru ini akan mempermudah akses pelayanan bagi penderita penyakit TB Paru di Kabupaten Garut. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, diharapkan pasien dapat menerima perawatan yang baik dan cepat.
“Karena kita bekerja sama, bukan bekerja sama dalam kaitan integrasi ini Rumah Sakit Rotinsulu dapat menerima rujukan secara langsung dari PPK (Pemberi Pelayanan Kesehatan) 2, dalam hal ini adalah dari Balai Paru Garut,” ujarnya.
BACA JUGA: Kadisdik Garut Sebut Ada Permasalahan dalam Penempatan PPPK Guru
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih proaktif dalam memeriksa kesehatan paru-paru ketika rumah sakit ini sudah beroperasi di Garut.
Ia berpesan agar warga Garut tak perlu mau dan ragu untuk datang berobat jika merasakan kelainan pada paru mereka.
Menurutnya, pelayanan TB paru merupakan program nasional yang bertujuan untuk memberantas penyakit tersebut dengan cepat.
“Karena stigma malu kan, karena pasien-pasien merasa menyembunyikan daripada penyakit tersebut, sebetulnya nggak usah malu, kita juga sudah mempunyai program-program nasional sehingga dapat dieleminasi lebih cepat,” tandasnya.



