GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Garut mengusung sebuah program bernama Harum Madu yang berakronim Halaman Rumah Bermanfaat Terpadu, sebagai upaya Pemkab Garut untuk menunjang ketahanan pangan masyarakat.
Untuk menyukseskan program itu, setiap daerah di Garut berlomba membangun Harum Madu.
Salah satunya adalah yang saat ini digalakkan Kelompok Perempuan Peduli Pangan (KP3) Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong.
Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Pertanian Wilayah IX Kecamatan Bayongbong, Cigedug, dan Cilawu Disperta Garut, Tedi Gumilar, menyampaikan, salah satu pelopor Harum Madu di Bayongbong adalah KP3 Desa Mekarsari.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan di Mekarsari yang begitu semangat, begitu antusias, dan warganya masyarakatnya kompak, mudah-mudahan diikuti oleh semua wilayah kami khususnya Bayongbong, umumnya Cilawu dan Cigedug,” ujar Tedi dalam keterangannya ketika berkunjung ke Harum Madu yang berlokasi di Kampung Neglasari Dusun 3, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (19/06/2023).
Tedi mengungkapkan, di Kecamatan Bayongbong ini ada dua ikon komoditi untuk Harum Madu yang wajib ditanam yaitu bawang merah dan cabai.
Untuk KP3 Desa Mekarsari sendiri ada beberapa jenis komoditi lain yang ditanam, misalnya tanaman obat keluarga (toga) atau tanaman biofarmaka sampai sayuran seperti kangkung.
“Jadi Alhamdulilah warga di sini antusias untuk melaksanakan Harum Madu, jadi gak usah, terus lagi menambahkan bahwa di Desa Mekarsari itu sudah ada Bimtek, bahkan langsung Bimteknya itu dibuka oleh Pak Sekda,” ungkapnya.
Tedi berharapHarum Madu yang dirintis oleh KP3 Desa Mekarsari ini terus kontinyu tidak hanya seremonial saja, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti inflasi.
Sementara itu Kepala UPT Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PL KB) Wilayah VI Kecamatan Bayongbong, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yati Sumiati, yang datang dengan maksud ingin berkolaborasi dengan Harum Madu di Dusun 3 Desa Mekarsari, di mana daerah tersebut terdapat Kampung KB-nya.
“Kebetulan di sini juga ada Kampung KB, Kampung KB di dalamnya ada pokja lingkungan, dan di dalam Kampung KB itu sinergitas dengan program-program yang lain,” tutur Yati.
baca juga: Hadapi Elnino, Pemkab Garut Segera Bentuk Satgas Penanganan Kekeringan
Yati berharap Harum Madu Desa Mekarsari bisa berkembang lebih pesat dan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi warga Desa Mekarsari.
baca juga: Disparbud Garut Latih 40 Pemandu Keselamatan Wisata Tirta
Pelopor dan juga Ketua KP3 Desa Mekarsari, Linda, menuturkan, pihaknya merasa bangga bahwa Harum Madu yang dikelola oleh pihaknya bisa dikunjungi langsung oleh dua UPT di lingkungan Pemkab Garut.
baca juga: H.Rukman Aji Kades Sukaresmi, Pertama Masuk Kerja Gerakkan Karang Taruna
Ia mengatakan jika saat ini di Harum Madu KP3 Desa Mekarsari sudah banyak komoditi yang ditanam. Bahkan, imbuh Linda, beberapa hasil panennya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
baca juga: Wakil Bupati Garut Sebut Indonesia Diperkirakan Akan Memimpin Dunia di Tahun 2040
“KP3 Harum Madu Dusun 3 Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong sudah melalui tahap 3 ya pembagian ke masyarakat, tetapi belum menghasilkan secara ekonomis, yang penting memenuhi dulu ekonomi keluarganya itu sendiri di sini masyarakat, belum (dijual belikan),” tandasnya.
Ia berharap Harum Madu di desanya ini bisa terus ditinjau dan juga bekerjasama dengan stakeholder lain, karena menurutnya program Harum Madu ini merupakan program bersama yang harus disukseskan.



