GARUT – Petugas Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, memberikan klarifikasi soal beredarnya berita hoaks seputar gempa.
Pasalnya banyak berita hoaks yang beredar terkait dampak gempa yang terjadi Sabtu sore 3 Desember 2022 di Kabupaten Garut.
Dikabarkan bahwa pasca gempa, gelombang pantai Santolo menjadi tinggi, banyak rumah roboh, bahkan dikabarkan pula pantai Santolo ditutup.
BACA JUGA: Satpol PP Provinsi Jabar Gempur Rokok Ilegal di Garut
Dede, petugas Balawista pantai Santolo menjelaskan, bahwa kabar itu semua adalah hoaks alias berita bohong yang dihembuskan orang tak bertanggung jawab.
Adapun soal gempa, memang benar terjadi, namun dampaknya tidak signifikan terhadap gelombang laut. Bahkan tidak ada rumah roboh di pantai dan tidak juga pantai ditutup.
” Memang ada kemarin gempa sekitar jam 4 (sore), potensinya 6,5 (magnitudo) tapi keadaan alhamdulillah di Santolo aman. Gelombang laut normal,” ujar Dede, ketika dikonfirmasi Minggu 4 Desember 2022.
BACA JUGA: Kalak BPBD Garut Sampaikan Kondisi Pasca Gempa 6,4 Magnitudo
” Itu berita kemarin itu hoaks. Pagi hari ini gelombang bagus, normal, cuma pengunjung tkaut barangkali ada hoaks malam,” tegas Dede.
BACA JUGA: Bupati Garut Terjunkan SKPD Monitoring 42 Kecamatan Pasca Gempa
Dede pun memastikan bagi wisatawan yang hendak berkunjung silahkan untuk datang. Karena pantai Santolo tidak ditutup sampai hari ini.(gilang)
BACA JUGA: Bupati Garut Ingatkan Agar Tidak Termakan Hoaks Seputar Gempa
BACA JUGA: Gempur Rokok Ilegal di Garut, Satpol PP Jabar Sebut Rokok Ilegal Merugikan Negara dan Pengusaha
BACA JUGA: Kabupaten Garut Digoyang Gempa, Waspadai Video Hoaks
BACA JUGA: Apa Korelasi Data Regsosek BPS dengan DTKS Kemensos? Begini Tanggapan Dinsos Garut

