GARUT – Kongres Daerah (Kongresda) II MIO Indonesia Pengurus Daerah (PD) Kabupaten Garut menetapkan Rusmana sebagai ketua baru periode mendatang. Agenda pemilihan tersebut digelar Sabtu (14/2/2026) di Bukit Tegal Malaka, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Rusmana unggul dalam pemungutan suara yang diikuti tiga kandidat. Proses persidangan hingga penetapan hasil berjalan tertib dan kondusif.
Kongresda turut dihadiri Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie, SH, serta Ketua Umum DPW MIO Indonesia Jawa Barat Azhari, S.Sos. Kehadiran pimpinan pusat dan wilayah tersebut menegaskan konsolidasi organisasi yang tengah diperkuat di berbagai daerah.
Dalam keterangannya, Prayogie mengungkapkan bahwa PD Garut menjadi salah satu dari lebih dari 120 kepengurusan daerah yang telah terbentuk di Indonesia. Secara struktural, hingga 2026 MIO Indonesia telah hadir di 27 provinsi.
” Alhamdulillah, pembentukan PD saat ini di Kabupaten Garut itu adalah ke seratus dua puluh sekian lah seluruh Indonesia yang sudah terbentuk. Lalu kalau mengacu kepada keterwakilan yang sudah dibentuk dari 2020-2022 sampai dengan hari ini di 2026 itu, DPW-nya sudah ada di 27 provinsi,” tegas Prayogie.
baca juga: Abon Ayam Produksi UMKM Garut Dilirik Dapur MBG, Hubungi di Sini Jika Minat
Ia menjelaskan, ekspansi pembentukan DPW dan PD merupakan bagian dari strategi organisasi untuk memenuhi syarat sebagai konstituen Dewan Pers.
” Dua puluh tujuh provinsi ini adalah sebagai bagian dari DPP dalam rangka untuk menjadi konstituennya Dewan Pers. Karena yang dipersyaratkan oleh Dewan Pers itu sebenarnya cukup di dua puluh (DPW), tetapi kita menjaga-jaga agar ketika divalidasi secara faktual, semua DPW-DPW yang sudah terpilih itu termasuk Jawa Barat, supaya dilengkapi semua yang berkaitan dengan baik dari segi legalitas maupun perkantoran,” ujarnya.
Selain keterwakilan wilayah, ia menekankan pentingnya kesiapan administratif dan keberadaan kantor yang jelas sebagai bentuk keseriusan organisasi.
” Perkantoran itu relatif tidak mesti harus berada di tempat-tempat yang representatif, tetapi secara substitusi perkantoran itu ada alamat jelas, sekretariat jelas, ada kantor tempat duduk, ada komputer, tempat pekerjaan dan segala macamnya sebagai bentuk daripada umumnya sebuah perkantoran. Kira-kira seperti itu,” ujarnya.
Prayogie juga menegaskan bahwa syarat lain untuk menjadi konstituen Dewan Pers adalah dukungan minimal 200 media anggota yang telah terverifikasi secara faktual dan administratif.
” Kita sedang mempersiapkan, kalau kita sudah siap semua, sudah jelas kita ajukan. Tapi sampai dengan saat ini ada beberapa hal yang yang tadi sudah saya bilang, sudah ada di dua puluh tujuh provinsi ini juga masih belum cukup, karena selain daripada kita harus memiliki keterwakilan di dua puluh tujuh provinsi dan ratusan kabupaten kota yang ada ini, kita juga harus dibarengi dengan mempersiapkan dua ratus media online member Mio, anggota Mio yang sudah terverifikasi secara faktual dan data,” katanya.
Meski demikian, ia menilai pembenahan legalitas perusahaan media menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke tahap verifikasi.
“Untuk yang dua hal tadi, menurut saya ini kita kesampingkan dulu, tetapi saya lebih akan mengedepankan dulu kepada anggota Mio itu supaya dia berbadan hukum. Supaya berbadan hukum yang benar dulu, lepaskan dulu masalah terverifikasi secara faktual dan data, tapi media-media yang anda bergabung di Mio Indonesia khususnya di Jawa Barat itu harus memiliki legalitas yang benar. contoh misalnya notarisnya atau apa namanya usahanya itu harus usaha PT, tidak lagi perorangan, tidak boleh lagi yayasan, dan sebagainya. Ini harus mengacu kepada PT, perseroan terbatas, dimana disitu ada komisaris dan segala macem, kemudian ada penyerahan modal juga yang tertera dalam notaris, lalu KLBI nya juga harus mengacu kepada KLBI yang dipersyaratkan yang oleh apa regulasi, yaitu 2020 ke atas dan juga tentang jenis usahanya juga yang harus karena sekarang ini PT yang membawahi perusahaan media itu tidak boleh digunakan lagi untuk hal-hal lain selain daripada urusan media,” ujarnya.
baca juga: Di Sini Tempat Jual Bibit Sukun di Garut: Solusi Tepat Menanam Super Food Bernilai Tinggi
Kepada Rusmana sebagai ketua terpilih, Prayogie menitipkan pesan agar pembinaan anggota difokuskan pada peningkatan mutu jurnalistik.
“Perbaiki konten-konten pemberitaan, Karena konten-konten pemberitaan ini yang mencirikan tentang siapa kita. Ketika kita melihat bahwa produk yang dihasilkan oleh wartawan itu yang di-share di dalam perusahaan media, dalam satu paragraf saja bahasanya itu sudah kacau balau, orang yang membaca sudah tahu tentang kualitas daripada media itu. Jadi saran saya media member MIO harus memperhatikan terhadap kaidah-kaidah yang berkaitan dengan masalah jurnalistik, ya’kan, dengan tetap mengacu kepada dua hal, Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.
Ia pun berharap MIO Indonesia benar-benar menjadi rumah bersama bagi perusahaan media yang tergabung di dalamnya.
” Ya tentu harapan kita kedepan adalah MIO Indonesia harus dijadikan sebagai rumah besar bagi para perusahaan-perusahaan media yang menjadi member. Jadikan ini sebagai tempat sarana untuk pemberdayaan, pembinaan dan juga dalam rangka bagaimana menghasilkan benefit bagi anggota dan juga bagi masyarakat banyak. Kehadiran MIO itu semata-mata jangan hanya jadi organisasi pers saja yang tidak ada artinya, tetapi juga ini bisa harus bisa memberikan gesah yang baik, positif, baik untuk anggota maupun bagi masyarakat banyak,” tutupnya
Sementara itu, Ketua Umum DPW MIO Indonesia Jawa Barat, Azhari, S.Sos, menyebutkan bahwa saat ini sudah enam kabupaten/kota di Jawa Barat yang membentuk PD, dan empat di antaranya telah menyelenggarakan Kongresda, termasuk Garut.
” jadi tinggal ada dua lagi, ya kan, kita selesaikan mudah-mudahan sebelum puasa ini mereka sudah selesai sehingga semua persoalan-persoalan yang terkait dengan kondisi dasar ini kita sudah clear, gitu kan. Tinggal kita menjalankan program. Hal seperti itu yang disampaikan,” katanya.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas konten media sebagai respons atas ketatnya persaingan media daring saat ini.
” Seperti tadi disampaikan Pak ketum, kalau member-member Of MIO terutama di Jawa Barat khususnya, dia harus memperbaiki terutama konten-kontennya supaya lebih berkualitaslah gitu ya. Nah, untuk kedepannya PW Jawa Barat sendiri sudah punya program akan melakukan koordinasi setelah nanti dengan tokoh terpilih untuk apa yang pertama itu, kita harus melengkapi dulu administrasi kita media atau organisasi untuk apa kita lengkapi, karena itulah yang diminta. Artinya pada saat ini banyak ya cukup tetap persaingan di organisasi ataupun media-media online ini. Sehingga mungkin itu target pertama yang akan kami lakukan. Ke depannya setelah selesai Kongres da untuk teman-teman di PD,” tutupnya.(pey)

