GARUT – Bendungan Cideukeut yang berlokasi di Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh petani. Bendungan itu kini rusak akibat terjangan air beberapa bulan ke belakang.
Selama ini Bendungan Cideukeut memang kerap jebol, kemudian dibangun lagi, dan jebol lagi.
Sehingga diharapkan ada pembangunan yang benar-benar permanen menggunakan anggaran yang besar.
Walaupun berlokasi di Desa Cintadamai, namun pemanfaat air yang lebih banyak justru warga Desa Padamukti, Kecamatan Sukaresmi.
Warga Desa Cintadamai sendiri tidak terlalu banyak yang menggunakan airnya. Tapi secara langsung akibat jebolnya bendungan itu, banyak sawah Warga Desa Cintadamai yang rusak akibat air.
baca juga: Anggota DPRD Sumut Yahdi Khoir Bantu Korban Kebakaran Sei Merbau Tanjung Balai
Kepala Desa Padamukti, Alit M Abdullah menjelaskan, bendungan tersebut selama ini digunakan untuk mengairi sawah di dusun 1 dan dusun 2.
Akibat jebolnya bendungan itu, hektaran sawah menjadi terganggu aliran airnya. Terutama di musim kemarau.
Perbaikan sendiri menurut Alit, kerap dilakukan pada bendungan Cideukeut tersebut. Namun ketika air besar menerjang, bendungan kembali rusak.
Oleh sebab itu Alit berharap ada pembangunan yang sifatnya permanen dengan dana yang cukup besar.
Ia sendiri sudah berupaya mengusulkan proposal ke Dinas terkait dan juga BBWS.
Menurut Alit, dana yang dibutuhkan agar bendungan bisa berdiri kokoh, kurang lebih di atas Rp1 miliar.
Kepala Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, H Undang juga membenarkan bahwa bendungan itu berlokasi di wilayah desanya.
Walau begitu, penerima manfaat besar air bendungan tersebut justru warga Desa Padamukti.
” Untuk pembagunan Bendungan Cipandai yang berlokasi di Cideukeut yang banyak dimanfaatkan oleh warga Padamukti dan kebetulan lokasinya ada di Desa Cintadamai,” ujarnya.
baca juga: Pilkades Serentak di Garut Pakai Pola Banyak TPS
Untuk memperbaiki bendungan yang rusak itu, H Undang pun sudah menjalin komunikasi dengan Kades Padamukti. Disarankan Kades Padamukti yang membuat usulan proposal baik ke Dinas terkait atau ke BBWS.
Tapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam hal ini H Undang senantiasa menanyakan sejauh mana progres pengajuan bantuan tersebut.
” Sampai dengan saat ini belum ada titik terang,” ujarnya.
baca juga: Usulan Musrenbang di Samarang Sedikit Diharapkan Hasilnya Maksimal
” Harapan kami, jelas ya, warga kami juga merasakan dirugikan. Dalam hal dirugikan itu karena ada sawah-sawah kami yang sudah tergerus oleh aliran air tersebut. Mungkin sudah beberapa ratus meter yang tergerus sehingga tidak bisa dimanfaatkan,” tutupnya.(gilang/bircunews.com)
BACA JUGA: TKSK Garut: Sudah Masuk DTKS Belum Tentu Dapat Bansos
baca juga: Yudha, Anggota DPRD Garut Bantu 3 Keluarga Korban Kebakaran di Pasirwangi

