GARUT – Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan. Dampak yang ditimbulkannya di tanah maupun di laut begitu besar.
Terlebih lagi sampah plastik tidak mudah terurai. Proses pengolahannya juga kerap kali menimbulkan racun dan bersifat karinogenik. Butuh waktu ratusan tahun untuk mengurai plastik secara alami di alam.
Namun bagi warga Kampung Batara Rw 09/03 Desa Sukasenang Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, sampah bukanlah musibah, melainkan berkah.
Sejumlah warga berinisiatis mengelola sampah menjadi pupuk, terutama sampah organik.
Warga Batara membuat semacam bank sampah yang dibentuk oleh ibu-ibu kades. Hasilnya mereka bisa membantu kebutuhan dapur rumah dan memberikan santunan pada anak yatim.
Bank sampah ini mengumpulkan sampah di tiap wilayah. Mereka mengambil sampah tersebut satu minggu sekali. Kemudian setelah stu bulan baru dihitung ulang berapa hasil dari tiap wilayah tersebut.
Pengelola bank sampah Batara bersama Kepala Desa Sukasenang Heriawan menyampaikan bahwa awal mula dibangunnya bank sampah ini karena mereka prihatin dengan masalah sampah.
Bukan hanya di perkotaan saja, tapi di pedesaan sampah juga sudah menjadi masalah serius.
Banyak dampak buruk dari sampah yang dapat mengganggu lingkungan. Oleh karena itu ibu kader bersama Kades Sukasenang berinisiatif membangun bank sampah.
BACA JUGA: Mantap, Pemkab Garut Berencana Atur HET Gas 3 kg Hingga ke Pengecer
Hasilnya pun sekarang sudah bisa dinikmati. Tak hanya membantu menjaga lingkungan tapi juga membantu perekonomian pengelolanya dan masyarakat.( Hendar)
BACA JUGA: Kades PAW Desa Ciela Terima Penyerahan Jabatan dari pjs

