GARUT – Dari musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di Kecamatan Sukaresmi, pada tahun 2024 mendatang program kerja masih difokuskan seputar penanganan kemiskinan dan stunting.
Hal itu disampaikan Kades Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Apep Karom Lutfi kepada Bircunews.com.
Tentunya kata Apep, program tersebut sesuai dengan program dari pemerintah pusat. Dimana pusat juga masih fokus terhadap penanganan kemiskinan dan stunting.
” Musrenbang tingkat Kecamatan Sukaresmi untuk tahun 2024 ini Usulan usulan, Ibu Camat beserta SKPD terkait diharapkan jadi mengikuti kebijakan-kebijakan dari pusat ngeling. Kebijakan Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, tingkat Desa itu harus menyambung,” ujarnya.
” Untuk penanganan terutama masalah yang menjadi isu nasional penanganan kemiskinan ekstrem kedua tentang penanganan stunting. Itu menjadi perhatian utama Bapak Bupati Garut dalam beberapa kesempatan menitikberatkan Bagaimana cara menangani stunting yang baik,” ujar Apep kemarin.
Kemudian Apep juga mendapat kabar bahwa Bupati Garut, dalam menangani masalah kemiskinan ekstrem, akan mengalokasikan beras 200 ton.
baca juga: Bagus, Ojol asal Garut yang Kakinya Dioperasi Kesulitan Beli Obat
” Agar haram hukumnya warga Garut ada yang mengalami kelaparan. Tinggal bagaimana cepat tanggapnya dalam penanganan tersebut yang dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut,” katanya.
Kemudian program desa juga salah satunya mengalokasikan BLT dana desa. Walaupun kisarannya sesuai dengan anggaran diperkecil. Apabila tahun lalu mencapai 158 kpm sekarang Desa Sukaresmi hanya 60 kpm.
Selain itu kata Apep, ada juga program dari Dinas Pertanian, yaitu program harum madu (halaman rumah manfaat dan terpadu).
baca juga: Bappeda Garut Batasi Usulan di Musrenbang, Yudha Beri Solusi Begini
Yaitu bagaimana memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif untuk menghasilkan produk pertanian. Yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.(gilang)
baca juga: Wirawati Catur Panca Garut Kutuk Pembakaran Al Quran di Swedia

