BIRCUNEWS – Selama ini masyarakat Indonesia banyak yang menganggap bahwa daging kambing itu menyebabkan melonjaknya kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi dan stroke.
Oleh karena anggapan itu, banyak dari masyarakat Indonesia yang menghindari mengonsumsi daging kambing, terutama mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas.
Sebaliknya masyarakat Indonesia justru lebih senang mengonsumsi goreng-gorengan, mie instan, makanan manis mengandung gula, ketimbang makan daging kambing.
Di sisi lain orang di Arab Saudi justru sangat menyukai mengonsumsi daging kambing.
Dan fakta yang menariknya adalah, banyak dari masyarakat Indonesia yang terkena penyakit jantung, stroke dan hipertensi. Sebaliknya orang Arab Saudi justru jarang terkena penyakit tersebut.
Untuk menjawab masalah ini, seorang dokter spesialis Naturopathy, yaitu dokter Cahyono memberikan penjelasan mengenai masalah tersebut dengan didukung data-data dan hasil studi.
dokter Cahyono mengungkapkan teori inilah yang menurutnya mendekati kebenaran dan selama ini banyak yang keliru mengenai masalah tersebut.
Dalam sebuah kajian manasik kesehatan, dokter Cahyono mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang nantinya bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke juga hipertensi, itu bukan disebabkan oleh kolesterol.
Penyakit tersebut, bukan disebabkan semata-mata karena kolesterol murni di dalam tubuh, melainkan dikarenakan oleh lemak kolesterol yang teroksidasi.
Jadi, apabila kolesterol murni yang tidak teroksidasi itu tidaklah berbahaya bagi tubuh, justru dia berfungsi sangat baik bagi kesehatan.
Kolesterol itu menurutnya, berfungsi sebagai pelumas yang membuat pembuluh darah elastis, kolesterol juga berfungsi sebagai pelumas bagi sendi-sendi tubuh. Kolesterol juga berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan antibodi.
Jadi menurutnya, untuk menghindari sumbatan pada pembuluh darah adalah dengan meminimalisir oksidasi lemak kolesterol di dalam tubuh. Yaitu dengan memperbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan.
Antioksidan inilah yang menjadi obat atau anti dari oksidasi tersebut. Dan senyawa ini bisa didapatkan secara alami dalam tubuh dan juga bisa diberikan dengan asupan makanan. Salah satunya yaitu dari buah-buahan.
Lebih lanjut dokter Cahyono menjelaskan, sebagai buktinya, orang di Arab Saudi itu mempunyai hobi atau tradisi suka makan daging kambing. Namun kenapa orang Arab jarang yang terkena penyakit stroke, penyakit jantung dan hipertensi.
Hal itu sudah didukung dari data organisasi kesehatan dunia yaitu WHO, bahwa orang Arab Saudi itu jarang yang terkena stroke, hipertensi dan penyakit jantung. Namun sebaliknya orang Indonesia yang jarang mengonsumsi daging kambing dan lebih suka mengonsumsi goreng-gorengan, justru banyak yang terkena penyakit tersebut.
Ternyata yang menyebabkan penyakit jantung, hipertensi dan stroke, bukanlah semata-mata karena kolesterol. Jadi menurutnya, tidak benar kolesterol yang menyebabkan penyakit tersebut.
” Daging kambing, daging sapi itu adalah makanan sehat. Jadi mitos kalau bapak mengatakan penyebab kolesterol saya naik itu karena daging, keliru pak,” ujarnya.
” Apakah benar kolesterol yang menyebabkan sumbatan. Kalau benar kolesterol yang menyebabkan sumbatan, orang Arab saudi yang hobinya makan kambing, orang Arab Saudi yang hobinya makan daging itu, di sana pasti banyak yang sakit jantung, stroke, hipertensi. Tapi ternyata menurut WHO, orang di jazirah Arab itu rendah penyakit yang tadi saya sebutkan,” ujarnya.
baca juga: dokter Cahyono: Radikal Bebas Biang dari Penyakit, Obatnya Antioksidan
” Lalu apa penyebab sumbatan pembuluh darah?. yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah adalah lemak kolesterol yang teroksidasi pak. Jadi lemak yang teroksidasi itu menyebabkan kolesterol yang tersumbat. Jadi kalau kolesterol murni yang tidak teroksidasi, justru akan membuat pembuluh darah kita jadi elastis,” ujarnya.
Sementara itu dari hasil kajian para ulama Islam juga mengatakan bahwa daging kambing tidaklah berbahaya bagi kesehatan.
Bahkan daging kambing disunnahkan oleh Nabi Muhammad untuk dikonsumsi karena mengandung keberkahan.
Dengan demikian, tidak mungkin makanan yang mengandung keberkahan dan disunnahkan oleh Nabi, dia mengandung bahaya. Karena tidak semata-mata Nabi Muhammad menyarankan mengonsumsi sesuatu, melainkan ada manfaatnya di makanan tersebut.
baca juga: Bahaya Begadang dan Makan Malam Menurut dokter Cahyono
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK seperti dikutip dari muslim.or.id mengatakan bahwa daging kambing mengandung keberkahan, artinya banyak kebaikan pada daging kambing.
Ia mengatakan, terdapat perintah agar kita memelihara dan memanfaatkan kambing karena terkandung keberkahan.
Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
اتخذوا الغنم فإن فيها بركة
” Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah”[1. HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah 2/417].
Sesuatu yang berkah tentu tidak menimbulkan bahaya. Karena apa yang disyariatkan oleh Islam pasti mengandung manfaat yang besar dan tidak berbahaya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya mengatakan,
الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح
“Agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan, mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”
Kemudian beliau menjelaskan,
ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا يحيط به الوصف
“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh”[4. Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf].
baca juga: dokter Cahyono Sebutkan 5 Syarat Makan Buah Agar Menyehatkan

