GARUT — Ketua Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kabupaten Garut, Bung Pey, mendukung wacana pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Skema tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat desa dibandingkan pengelolaan oleh perorangan maupun badan usaha swasta.
Bung Pey menilai, BUMDes merupakan instrumen ekonomi desa yang memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Melalui keterlibatan BUMDes dalam pengelolaan dapur MBG, perputaran ekonomi di tingkat desa diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Karena bumdes itu merupakan badan usaha milik masyarakat desa dan manfaatnya juga untuk masyarakat desa,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan dapur MBG melalui BUMDes tidak hanya membuka peluang usaha dan lapangan kerja, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan berdasarkan kebutuhan dan prioritas masyarakat setempat.
“Misalnya mau bangun infrastruktur maupun membangun pemberdayaan ekonomi atau yang lainnya itu terserah pemerintah desa dan masyarakat setempat,” ujarnya.
baca juga: Kades Cidatar Usulkan Dapur MBG Dikelola Bumdes
Bung Pey berpandangan, apabila pengelolaan dapur MBG diserahkan kepada perorangan atau badan usaha swasta, manfaat ekonomi program tersebut berisiko lebih terkonsentrasi pada pihak pengelola. Karena itu, skema pengelolaan perlu dievaluasi agar program MBG tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga mampu mendorong pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Ia pun menyarankan pemerintah melakukan kajian ulang terhadap mekanisme pengelolaan program MBG dengan memberikan ruang lebih besar kepada BUMDes untuk terlibat sebagai pengelola.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran desa dalam menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memastikan manfaat program pemerintah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

