Site icon Bircunews

Yudha Puja Turnawan Gerak Cepat Bantu Penjual Cilung yang Kehilangan Rumah, Bank Garut dan Perumda Tirta Intan Siap Turun Tangan

GARUT – Api boleh melalap habis rumah dan harta benda, tetapi harapan sebuah keluarga untuk kembali bangkit tidak boleh ikut terbakar.

Itulah pesan kemanusiaan yang dibawa Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, saat mengunjungi keluarga korban kebakaran di Kampung Cicurug RT 03 RW 12, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Rabu (2/9/2026).

Musibah tersebut menimpa Yana Mulyana, seorang penjual cilung keliling, bersama istrinya, Aisyah Tanjihah. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung sekaligus menyimpan seluruh harta benda keluarga hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kebakaran itu menyisakan kepedihan mendalam. Hampir seluruh harta benda keluarga tidak dapat diselamatkan. Dalam sekejap, tempat tinggal dan barang-barang yang dikumpulkan dari hasil kerja keras sehari-hari menjadi abu.

Untuk sementara, Yana Mulyana dan istrinya harus menumpang tinggal di rumah adiknya.

Kondisi tersebut mengundang kepedulian Yudha Puja Turnawan. Ia datang bukan sekadar untuk melihat kondisi korban, tetapi juga membawa bantuan sekaligus menguatkan hati keluarga yang tengah diuji musibah.

Dalam kunjungan tersebut, Yudha didampingi Kasi Tramtib Kecamatan Cigedug Tajpudin, TKSK Cigedug Baba Badruzaman, pendamping sosial Kemensos di Cigedug, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cigedug Haji Itang, serta Sekretaris Desa Cigedug Wati Lasmawati.

“Selaku wakil rakyat, saya menyisihkan gaji dan tunjangan untuk meringankan beban keluarga yang terkena musibah dengan memberikan santunan uang dan bingkisan sembako,” ujar Yudha.

Bagi Yudha, bantuan tersebut mungkin belum mampu mengganti seluruh kehilangan yang dialami keluarga Yana. Namun, ia berharap bantuan itu menjadi tanda bahwa di tengah musibah, masih ada kepedulian dan tangan-tangan yang siap membantu.

Ia pun berusaha menguatkan hati Yana Mulyana dan keluarganya agar tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.

“Saya berusaha menguatkan hati Kang Yana Mulyana dan keluarga bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini. Insya Allah, Pemerintahan Kecamatan Cigedug dan Pemerintahan Desa Cigedug akan berikhtiar agar ada gotong royong dari berbagai pihak,” katanya.

Upaya gotong royong itu bahkan langsung diwujudkan Yudha dengan menghubungi sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Garut.

Ia mengaku langsung menelepon Direktur Utama Bank Garut dan Direktur Utama Perumda Tirta Intan Garut untuk menyampaikan kondisi keluarga korban.

Respons positif pun datang. Kedua entitas usaha milik Pemerintah Kabupaten Garut tersebut, kata Yudha, menyatakan kesediaannya untuk menyisihkan keuntungan guna membantu keluarga Yana Mulyana membangun kembali rumah yang telah terbakar.

“Alhamdulillah, kedua entitas usaha milik Pemkab Garut tersebut akan menyisihkan keuntungannya untuk membantu penjual cilung agar bisa membangun rumahnya kembali,” ungkapnya.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa penanganan musibah tidak cukup hanya dengan bantuan sesaat. Keluarga korban membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat kembali memiliki tempat tinggal dan menata kehidupannya.

Terlebih, Yana Mulyana selama ini menggantungkan penghidupan dari berjualan cilung keliling. Ketika rumah sekaligus harta benda habis terbakar, yang hilang bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sebagian besar fondasi kehidupan keluarganya.

Karena itu, Yudha berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui BAZNAS Kabupaten Garut untuk membantu keluarga tersebut.

Menurutnya, kondisi Yana Mulyana dan keluarga setelah kebakaran sangat memprihatinkan. Musibah itu membuat keluarga yang sebelumnya berjuang memenuhi kebutuhan hidup kini harus memulai kembali dari titik yang nyaris nol.

“Semoga Pemkab Garut juga bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari BAZNAS Garut. Karena dengan musibah kebakaran ini, yang hanya menyisakan baju yang dipakai, Kang Yana Mulyana dan keluarga menjadi keluarga miskin,” ujarnya.

Yudha menegaskan, bantuan bagi korban kebakaran bukan semata-mata persoalan materi. Lebih dari itu, kepedulian merupakan bentuk hadirnya negara dan masyarakat ketika warganya berada dalam kondisi paling sulit.

“BAZNAS Garut wajib membantu penjual cilung ini,” tegasnya.

Kini, harapan keluarga Yana Mulyana bertumpu pada semangat gotong royong. Dari kepedulian seorang wakil rakyat, ikhtiar pemerintah desa dan kecamatan, hingga kesediaan BUMD untuk turut membantu, perlahan terbuka jalan bagi keluarga tersebut untuk kembali memiliki rumah.

Sebab pada akhirnya, musibah mungkin dapat meruntuhkan sebuah rumah dalam hitungan jam. Namun, dengan kepedulian dan gotong royong, harapan untuk membangun kembali kehidupan bisa dinyalakan jauh lebih kuat.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version