GARUT – Hujan yang turun seharusnya menjadi berkah bagi kehidupan. Namun, bagi Imas Susilawati, warga Kampung Corenda RT 03 RW 16, Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, hujan justru menghadirkan kekhawatiran. Pasalnya, hampir seluruh bagian rumah yang ditempatinya bersama ketiga anaknya mengalami kebocoran.
Di tengah kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni, Imas harus menjalani hari-harinya dengan segala keterbatasan. Sementara itu, sang suami merantau ke Jakarta untuk bekerja sebagai buruh bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Jarak dan tuntutan pekerjaan membuat sang suami tidak bisa sering pulang. Bahkan, terkadang ia baru bisa kembali ke kampung halaman setelah satu tahun. Kondisi tersebut membuat perjuangan mengurus keluarga sehari-hari harus dijalani Imas bersama ketiga anaknya.
Di tengah situasi yang tidak mudah itu, perhatian dan kepedulian datang dari Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Pada Kamis (5/11/2026), Yudha menyalurkan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga Imas.
Bantuan tersebut diserahkan melalui perwakilan kader PDI Perjuangan, Kang Alo dan Kang Ajie, yang mendatangi langsung kediaman Imas. Penyerahan bantuan turut didampingi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, BPBD Kabupaten Garut, serta Pemerintah Desa Margaluyu yang diwakili Sekretaris Desa Tina Kustina dan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Usen Supriatna.
Yudha sebenarnya berkeinginan hadir secara langsung untuk melihat kondisi warga yang membutuhkan perhatian tersebut. Namun, setelah sebelumnya mengunjungi seorang lansia di Kecamatan Cikajang, kondisi kesehatannya menurun sehingga ia berhalangan hadir. Meski demikian, ia tetap memastikan bantuan tersampaikan melalui para kader yang mewakilinya.
Bantuan sembako dan santunan uang tunai itu diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga sekaligus menjadi bentuk perhatian di tengah kesulitan yang sedang mereka hadapi.
Rumah Bocor, Harapan untuk Tempat Tinggal yang Layak
Kasi Kesra Desa Margaluyu, Usen Supriatna, mengungkapkan bahwa kondisi rumah Imas memang sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Menurutnya, hampir seluruh bagian rumah mengalami kebocoran ketika hujan turun. Kondisi tersebut tentu menyulitkan Imas, terlebih ia tinggal bersama ketiga anaknya ketika sang suami harus bekerja jauh di perantauan.
“Kondisi rumah Ibu Imas memang sangat tidak layak huni. Kalau hujan, hampir seluruh bagian rumah bocor. Kami berharap ada perhatian dan bantuan lebih lanjut agar beliau bersama anak-anaknya bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” ungkap Usen.
Atas nama Pemerintah Desa Margaluyu, Usen menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yudha Puja Turnawan yang telah memberikan perhatian kepada warganya.
Ia juga mengapresiasi BPBD Kabupaten Garut yang telah turun langsung melakukan asesmen terhadap kondisi rumah Imas. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut turut memberikan bantuan berupa beras dan telur.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Margaluyu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Yudha Puja Turnawan, BPBD Kabupaten Garut yang telah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan, serta Dinas Ketahanan Pangan yang turut memberikan bantuan beras dan telur. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi semua pihak,” tuturnya.
Kepedulian Jangan Berhenti pada Bantuan Sesaat
Bagi keluarga Imas, bantuan yang datang mungkin tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan. Namun, di tengah keterbatasan hidup, perhatian tersebut memiliki makna besar. Setidaknya, ada kepedulian yang hadir untuk meringankan beban mereka.
Kisah Imas menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tidak layak huni bukan sekadar tentang bangunan yang rusak atau atap yang bocor. Di baliknya, ada kehidupan sebuah keluarga, ada anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal aman, serta ada seorang ibu yang berjuang menjalani keseharian ketika suaminya mencari nafkah jauh dari rumah.
Karena itu, bantuan kebutuhan pokok perlu diikuti dengan langkah nyata yang lebih berkelanjutan. Pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan perhatian lanjutan agar keluarga Imas memperoleh kesempatan untuk tinggal di rumah yang lebih layak.
Sebab, setiap keluarga berhak memiliki tempat berteduh yang aman. Tidak seharusnya hujan menjadi sumber kecemasan bagi seorang ibu dan anak-anaknya di rumah sendiri.
Di balik rumah yang bocor, ada harapan sederhana yang ingin diwujudkan: sebuah rumah yang aman, tempat ketiga anak Imas dapat tumbuh tanpa harus khawatir ketika hujan datang.(Gilang)

