GARUT – Warga Kabupaten Garut dan sekitarnya kini tidak perlu lagi kesulitan mencari bibit nangka Si Madu J33. Varietas unggulan yang dikenal dengan rasa manis legit dan ukuran buah jumbo tersebut sudah tersedia di Kios Khadizarah Bibit, salah satu penyedia bibit buah terpercaya di Garut.
Kios Khadizarah Bibit berlokasi di Jalan Samarang, Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Lokasinya cukup strategis, tepat di depan SDN Mekarsari 1, di pinggir jalan raya Samarang, sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
Bagi warga yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, Kios Khadizarah Bibit dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 082.295.693.903, atau langsung mendatangi lokasi melalui petunjuk Google Maps DI SINI.
baca juga: Kios Khadizarah Bibit, Sentra Bibit Alpukat Unggulan di Kabupaten Garut
Pemilik Kios Khadizarah Bibit, Nunung Komalasari, menjelaskan bahwa nangka Si Madu J33 termasuk varietas yang relatif cepat berbuah. Dari hasil budidaya yang telah dilakukan sejumlah petani, tanaman ini menunjukkan performa yang menjanjikan sejak usia dini.
Menurut Nunung, nangka Madu J33 umumnya mulai berbuah pada usia sekitar tiga tahun jika ditanam dari bibit hasil okulasi. Bahkan, dalam beberapa kasus, petani sudah melihat bakal buah muncul ketika tanaman baru berusia dua tahun, tentu dengan perawatan yang optimal.
Varietas nangka Si Madu J33 sendiri merupakan varietas populer asal Malaysia yang kini mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari kualitas buahnya yang unggul, mulai dari ukuran yang jumbo, rasa yang manis, tekstur daging buah yang lembut namun tetap renyah, hingga aroma harum yang khas. Di negara asalnya, varietas ini dikenal dengan nama Tekam Yellow.
baca juga: Mangga Ki Ojay, Bibit Mangga Favorit Kini Tersedia di Bayongbong Garut
Secara fisik, nangka Si Madu J33 memiliki ciri yang cukup menonjol. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan saat matang dengan duri yang tidak terlalu tajam. Daging buah berwarna kuning keemasan, sangat manis, tidak terlalu berair, serta memiliki tekstur renyah atau kenyal lembut. Rasa manisnya yang khas dan legit bahkan sering dibandingkan dengan madu, sehingga varietas ini populer dengan sebutan Nangka Si Madu. Dari sisi bobot, buah J33 tergolong besar, dengan berat rata-rata berkisar antara 15 hingga 25 kilogram per buah, tergantung umur tanaman dan pola perawatan.
“Dari beberapa pengalaman petani yang sukses membudidayakan nangka ini, perawatan yang dilakukan hingga sukses membuat tanaman nangka J33 berbuah lebih cepat. Saat fase vegetatif diberikan pupuk NPK standar dan pemberian NPK tinggi kalium pada fase generatif,” ujar Nunung.
Keunggulan Nangka J33
Nangka J33 berasal dari Malaysia. Huruf J merupakan singkatan dari jackfruit, sedangkan angka 33 adalah nomor urut hasil persilangan. Nama lain dari J33 adalah Tekam Yellow, diambil dari nama daerah Tekam di Malaysia, dengan sebutan yellow merujuk pada warna daging buahnya yang kuning cerah.
Keunggulan utama nangka J33 terletak pada rasa yang sangat manis, dengan tingkat kemanisan yang mencapai 33° briks. Tingginya kadar kemanisan inilah yang membuat buah ini kerap dijuluki sebagai nangka madu.
Selain itu, nangka J33 juga dikenal sebagai varietas yang produktif dan rajin berbuah. Dalam sekali masa pembuahan, satu pohon berumur sekitar tiga tahun mampu menghasilkan hingga 15 buah. Dalam setahun, tanaman ini bahkan dapat berbuah hingga tiga kali. Bobot rata-rata buah nangka J33 berada di kisaran 10 kilogram per buah, menjadikannya sangat potensial untuk budidaya komersial maupun kebun skala kecil.***

