GARUT – Kondisi jalan rusak tak membuat warga Desa Citeras dan Desa Bunisari, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, memilih menunggu bantuan pemerintah. Masyarakat justru berinisiatif memperbaiki jalan poros penghubung kedua desa di Kampung Bojong secara swadaya.
Menariknya, seluruh proses pengerjaan akan dilakukan secara gotong royong. Warga tidak menerima upah, sehingga biaya yang dikumpulkan sepenuhnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan material dan keperluan pendukung lainnya.
Jalan yang akan direhabilitasi memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 2,5 meter. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, dengan sejumlah bagian jalan berlubang dan menjadi sangat licin ketika hujan turun.
Kerusakan tersebut selama ini menjadi persoalan bagi masyarakat. Selain mengganggu mobilitas sehari-hari, kondisi jalan juga menyulitkan warga yang menggunakan akses tersebut untuk menuju sekolah, pasar, maupun mengangkut hasil pertanian.
Sekretaris Kecamatan Malangbong, Deden Munawar, mengapresiasi langkah masyarakat yang memilih bergerak secara mandiri untuk memperbaiki akses vital tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan warga Citeras dan Bunisari. Jalan di Kp. Bojong ini memang sudah mendesak untuk diperbaiki karena merupakan akses vital masyarakat dua desa,” ujar Deden kepada media, sabtu (5/9/2026).
Berdasarkan proposal yang diajukan panitia, kebutuhan biaya untuk pembelian material dan kebutuhan pendukung diperkirakan mencapai Rp53.125.000.
Anggaran tersebut tidak digunakan untuk membayar tenaga kerja. Seluruh pengerjaan fisik akan dilaksanakan masyarakat secara gotong royong tanpa upah.
“Ini contoh nyata bahwa pembangunan bisa dipercepat kalau ada kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Dengan sistem swadaya seperti ini, anggaran jadi lebih efisien karena tidak ada biaya upah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi jalan akan menggunakan lapis pondasi agregat dan sirtu. Metode tersebut dinilai lebih ringan dari sisi biaya dibandingkan rabat beton, namun tetap dianggap cukup kuat untuk mendukung aktivitas kendaraan masyarakat desa.
Deden memastikan pihak kecamatan siap memberikan fasilitasi dan dukungan terhadap rencana tersebut. Ia juga berharap semakin banyak pihak ikut mengambil bagian, khususnya para pengusaha dan perantau asal wilayah tersebut.
“Kami dari pihak kecamatan siap memfasilitasi dan mendukung. Mudah-mudahan para pengusaha, perantauan, dan pihak terkait lainnya tergerak untuk membantu. Karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Rehabilitasi jalan tersebut rencananya mulai dilaksanakan pada pekan kedua September 2026. Panitia juga menyatakan akan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang dihimpun untuk kegiatan tersebut.(Atu)

