GARUT — Penantian panjang warga Kampung Cijelereun Kulon, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, akhirnya berakhir manis. Jalan yang selama bertahun-tahun mereka impikan jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, kini resmi terbangun dan dapat digunakan.
Upaya warga untuk mewujudkan akses tersebut telah melalui proses panjang. Tak sedikit rintangan yang harus dilewati, namun warga tak pernah menyerah, terus memperjuangkan akses jalan demi kemajuan kampungnya.
Tahun ini, komitmen Pemerintah Desa Mekarsari menjawab harapan warga. Melalui bantuan dana provinsi atau dana IP (Infrastruktur Pedesaan), pembangunan jalan akses mobil akhirnya direalisasikan. Dukungan warga pun sangat besar, termasuk dengan memberikan hibah tanah untuk keperluan pembangunan.
Selain itu, warga secara swadaya membuat jalur masuk dari tepi jalan raya yang melintasi rel kereta api agar mobil dapat masuk ke wilayah kampung. Jalan baru ini sekaligus menjadi jalur vital bagi kegiatan perekonomian warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dari sawah dan kebun.
Dampaknya segera terasa. Mobilitas warga kini jauh lebih mudah, hasil panen dapat diangkut tanpa hambatan, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut menjadi lebih hidup. Warga yang memiliki kendaraan roda empat pun akhirnya dapat memarkirkan kendaraan mereka lebih dekat ke rumah, setelah sebelumnya harus menyewa garasi jauh di luar kampung.
Ucapan Terima Kasih Warga kepada Pemerintah Desa
Rasa syukur warga semakin lengkap dengan terealisasinya pembangunan jalan tersebut. Dalam acara syukuran, Feri Citra Burama, pemuda setempat, menyampaikan apresiasi tulus kepada perangkat desa.
“Terima kasih kepada pemerintah Desa Mekarsari, pak kades, H. Dadang, bu Sekdes dan seluruh jajaran pemerintah Desa Mekarsari atas pembangunan jalan ini,” ungkapnya.
Feri juga menjelaskan betapa pentingnya jalan tersebut bagi aktivitas harian masyarakat.
“ Banyak warga yang punya sawah dan kebun di daerah ini kesulitan membawa hasil pertanian mereka. dengan masuknya akses mobil, warga menjadi mudah membawa hasil pertanian mereka. selain itu banyak warga yang mempunyai kendaraan roda empat selama ini kesulitan menyimpan kendaraan mereka,” jelasnya.
Doa Bersama sebagai Wujud Syukur
Syukuran warga berlangsung pada Minggu (30/11/2025) dan dipimpin oleh KH. Aceng Deden. Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, ia memimpin doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan jalan yang baru dibangun.
Ia mengingatkan warga untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, termasuk terwujudnya pembangunan jalan tersebut. Selain itu, KH. Aceng Deden meminta warga mendoakan para orang tua yang telah wafat dan semasa hidup menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan, sebuah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Ketua RW 05, Babang, turut hadir dan memberikan pesan agar warga ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Pembangunan jalan akses mobil di Kampung Cijelereun Kulon menjadi bukti bahwa sinergi antara warga dan pemerintah desa mampu menciptakan perubahan nyata. Kini, warga tidak hanya memiliki akses yang lebih baik, tetapi juga peluang ekonomi yang lebih besar untuk masa depan.

