GARUT – Upaya membantu warga yang tertimpa musibah terus dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Kali ini, ia mengapresiasi langkah Bank Garut atau BPR Garut yang menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu memperbaiki rumah milik Titi Kartiah, warga Kampung Babakan Karangmulya, RT 05 RW 02, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Bantuan senilai Rp2,5 juta tersebut disalurkan pada Jumat (30/10/2026), sebagai tindak lanjut atas musibah rumah ambruk yang dialami Titi Kartiah pada Minggu sebelumnya.
Dalam penyaluran bantuan itu, Yudha Puja Turnawan turut mendampingi perwakilan BPR Garut, Agus Salim, yang hadir mewakili Direktur Utama BPR Garut, Cepi. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Pemerintah Kelurahan Sukajaya, Bhabinkamtibmas Alpian, serta Babinsa yang merangkap Danposmil Tarogong Kidul, Peltu Furqon.
Yudha mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BUMD terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.
“Alhamdulillah, hari ini BPR Garut mengalokasikan dana CSR sebesar Rp2,5 juta untuk membantu Emak Titi Kartiah memperbaiki rumahnya yang ambruk. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi awal dari hadirnya dukungan berbagai pihak sehingga rumah beliau bisa segera dibangun kembali,” ungkap Yudha.
Ia berharap, bantuan tidak hanya datang dari BPR Garut. Menurutnya, sejumlah BUMD lainnya, termasuk PDAM, diharapkan dapat turut berkontribusi melalui program CSR agar proses pemulihan rumah Titi Kartiah dapat segera terealisasi.
Sebagai wakil rakyat, Yudha menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada BPR Garut atau Bank Garut, sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Garut, yang telah menunjukkan kepedulian dengan mengalokasikan dana CSR untuk membantu warga yang tertimpa musibah.
Ia juga berharap BPR Garut semakin berkembang dan maju, sehingga ke depan dapat terus memperluas kontribusinya bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.
Namun, bagi Yudha, kepedulian sosial melalui CSR tidak seharusnya hanya bertumpu pada satu perusahaan. Ia menitipkan pesan kepada Bupati Garut agar segera membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Forum CSR Kabupaten Garut.
Menurutnya, keberadaan forum tersebut penting untuk membangun koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai perusahaan berskala besar yang beroperasi di Kabupaten Garut. Dengan demikian, penyaluran dana CSR dapat lebih terarah dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga terdampak bencana.
Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Garut menghadapi bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banyak rumah warga mengalami kerusakan, bahkan ambruk. Kondisi ini membutuhkan kepedulian bersama dan dukungan pendanaan dari berbagai pihak.
“Harapan saya, Bupati Garut segera membentuk Forum TJSLP agar tidak hanya Bank Garut yang mengalokasikan dana CSR untuk membantu warga terdampak musibah. Melalui forum ini, seluruh entitas usaha berskala besar di Kabupaten Garut dapat diarahkan untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat,” tegasnya.
Yudha menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, perusahaan swasta, dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana.
Baginya, ketika kepedulian tidak berjalan sendiri-sendiri, semakin banyak warga yang berpeluang mendapatkan bantuan. Sebab, di tengah kondisi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, kehadiran dan kerja sama berbagai pihak menjadi harapan untuk membangun kembali kehidupan warga yang tertimpa musibah.(Gilang/feri)

