MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera (Wagubsu) Musa Rajekshah menyempatkan diri untuk mengunjungi press room (ruang kerja wartawan) di sekitar kantor Gubernur Sumut.
Wagubsu yang akrab disapa Ijeck ini ingin agar ruang kerja wartawan harus representatif agar para awak media nyaman dalam bekerja.
“Ruang wartawan harus representatif, meja dilengkapi komputer, wifi sehingga kawan-kawan kerja enak, nyaman. Pesan saya jaga kebersihannya, jangan merokok di dalam ruangan. Sampaikan bila ada perlengkapan lainnya yang dibutuhkan di ruangan ini,”ujar Ijeck, Kamis (30/6/22).
Selain mengunjungi ruang kerja wartawan, ijek juga mengunjungi lokasi kantin (ruang makan-minum) di kantor Gubsu.
“Konsep kantin kita ini sudah lebih baik dari sebelumnya, dan ini jugakan pemanfaatan ruangan tak mencari orang lain untuk berjualan, pedagang yang dahulu berjualan di sekitar Kantor Gubernur kita tarik ke dalam. Harapannya pegawai tidak perlu lagi repot keluar mencari makan, begitu juga masyarakat yang datang mungkin punya urusan di Kantor Gubernur. Omset para pedagang bisa naik,” ujar Ijeck.
Ijeck menilai untuk kantin ini masih butuh pembenahan. Karena banyak keluhan dari pedagang yang mengatakan bahwa kantin terasa panas sehingga pengunjung menjadi tidak betah berlama-lama.
“Masih ada yang harus kita benahi, kita mau tata lagi biar yang jualan bisa nyaman dan pelanggan bisa tenang. Tadi saya meninjau, mereka mengeluhkan panas karena tidak ada hexos penyedot asap dapur, nanti kita lengkapi,” ujar Ijeck, yang didampingi Kabiro Umum Setdaprov Sumut Mahfullah Pratama Daulay.
Dalam kesempatan itu, Ijeck juga mengingatkan para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan hemat energi, ke depan akan ada penataan ruang kosong untuk menambah lagi pedagang sehingga apa yang dijual di Kantin Kantor Gubernur lebih bervariasi.
BACA JUGA: Kemenag Garut Berikan Penghargaan Pada Tokoh Agama dan Tomas
Selain kantin, Ijeck juga akan melakukan penataan ruangan lain di wilayah kantor Gubernur tersebut.
“Awal kita berkantor dulu, setiap saya pulang kerja saya melihat lampu-lampu masih menyala, kedua kabel-kabel dan AC ruangan masih berseliweran. Padahal konsep di zaman Pak Raja Inal Siregar itu sudah mencanangkan hemat energi dan ramah lingkungan sudah baik, tapi karena masalah perawatan untuk itu konsep ini terus kita jaga dan perbaiki,” ungkapnya.(ind)

