BIRCUNEWS – Bagi masyarakat Indonesia, gula pasir menjadi makanan pokok yang sulit untuk dilepaskan. Banyak makanan dan minuman yang menggunakan gula pasir. Termasuk produk makanan dan minuman di minimarket, supermarket kebanyakan mengandung gula pasir.
Ternyata gula pasir sangat berbahaya sekali untuk kesehatan tubuh. Banyak penelitian yang mengatakan bahwa gula pasir memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.
Jika kita bisa mengubah kebiasaan mengonsumsi gula pasir, sebetulnya kita bisa terlepas dari bahaya itu dan bisa hidup sehat dengan mengonsumsi gula yang alami. Apa saja itu gula alami? penjelasannya akan menyusul.
Kenapa Gula Pasir Sangat Berbahaya?
dr. Cahyono Sp. Naturophaty menjelaskan bahwa gula pasir berbahaya bagi kesehatan karena dari proses pembuatannya menggunakan proses yang dinamakan rafinasi.
Proses rafinasi inilah yang menyebabkan oksidasi naik di dalam tubuh kita. Proses inilah yang disinyalir menyebabkan gula pasir itu berbahaya.
Padahal jika kita mengonsumsi tebu langsung itu tidak akan berbahaya bagi tubuh.
” Kalau bapak minum air tebu, sehat pak, sama-sama manis loh, sama gula juga dari air tebu,” ujarnya dikutip dari salah satu edukasi kesehatannya yang ditayangkan di salah satu akun youtube.
” Kenapa gula pasir dilarang, karena proses rafinasi yang begitu panjang, proses chemical. Yang menyebabkan gula itu akhirnya kalau masuk ke tubuh berlebihan menyebabkan oksidasi naik,” ujarnya.
dr. Cahyono lebih menyarankan agar mengonsumsi gula yang alami, yaitu gula aren atau gula batu.
Hal senada juga disampaikan oleh dr. Sungadi Santoso atau yang akrab disapa dr. Sung.
Dalam channel youtube @SB30Health, dr. Sung menerangkan bahwa gula pasir itu memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan tubuh. Sementara di sisi lain, kandungan nutrisi gula pasir itu sudah tidak ada.
Gula pasir menurut dr. Sung, hanya akan memberikan kalori saja, sementara kandungan nutrisinya sudah habis.
” Gula yang kita tahu itu berasal dari tebu, jadi tebu itu diproses utnuk menghasilkan gula melalui rafinasi. Dari proses tersebut sebenarnya gula tidak ada manfaat nutrisi lagi bagi tubuh kita. Gula hanya menambah kalori di tubuh kita,” ujarnya.
Di Indonesia kata dr. Sung, penggunaan gula pasir ini sangat besar sekali dalam produk makanan dan minuman. Minuman dan makanan yang dijual di supermarket dan minimarket itu sebagian besar menggunakan gula pasir.
Mulai dari minuman kaleng, permen, coklat bar, dan lain sebagainya itu semua bisa dipastikan mengandung gula pasir.
Bahaya Gula Pasir
dr. Sung mengatakan, dari pengalamannya, beberapa anak itu cenderung mengalami diabetes, kemudian mahasiswa juga ada yang mengalami pradiabetes bahkan diabetes, karena pola makan yang tinggi kandungan gula pasirnya.
dr. Sung menjelskan, selama ini gula pasir disinyalir menyebabkan beberapa penyakit dalam tubuh. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama pada kalangan anak-anak, gula pasir itu menyebabkan gigi berlubang atau karies gigi. Hal itu terjadi karena gula yang di mulut lama kelamaan akan membentuk asam, dan oleh bakteri asam ini akan menghancurkan email gigi.
Kedua, gula pasir juga bisa menyebabkan obesitas, karena gula pasir itu tidak mengandung nutrisi melainkan hanya kalori saja.
Ketiga, gula pasir juga bisa menyebabkan penyakit diabetes. Dan apabila sudah terkena diabetes, maka bisa menjalar menjadi penyakit lain.
Karena orang yang terkena diabetes itu cenderung mengalami gangguan penyerapan glukosa yang berasal dari gula.
Ketika gula ini di pembuluh darah dalam waktu lama dan tidak bisa masuk ke sel, maka pembuluh darah akan rusak.
Ketika pembuluh darah rusak di bagian ginjal, kita akan terkena penyakit ginjal, dan jika rusaknya di jantung maka akan terkena penyakit jantung.
baca juga: Kenapa Penyakit Kronis Sulit Disembuhkan? dr. Cahyono Berikan 3 Jawaban
baca juga: dr. Cahyono: Gaya Hidup yang Kurang Sehat Menyebabkan Meningkatnya Radikal Bebas dalam Tubuh
baca juga: dr. Cahyono: Sakit Maag Bukan Karena Telat Makan, Keliru Itu

