GARUT — Di tengah puing-puing rumah yang terbakar, ada duka yang tak hanya menyisakan kehilangan harta benda, tetapi juga memaksa keluarga korban untuk menata kembali kehidupan mereka.
Pesan itulah yang dibawa Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, saat menyambangi tiga keluarga korban kebakaran di Kampung Babakan Nanggerang RT 02 RW 02, Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (4/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Yudha tidak datang dengan tangan kosong. Ia menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai dari pribadi kepada ketiga keluarga yang terdampak kebakaran.
Musibah itu terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (3/10/2026), sekitar pukul 13.35 WIB.
Api menghanguskan tiga rumah milik warga dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah rumah milik Koko yang habis terbakar hingga rata dengan tanah.
Namun, rumah tersebut merupakan rumah pertama milik Koko yang sudah tidak ditempati karena ia telah memiliki rumah baru.
Kebakaran juga menimpa rumah milik Odin, yang saat ini sedang merantau ke Kalimantan untuk bekerja sebagai kuli bangunan. Rumah tersebut dihuni oleh anaknya, Siti Marlina.
Bagian atap rumah Odin ikut terbakar sehingga Siti Marlina terpaksa mengungsi dan tinggal sementara bersama kerabatnya.
Sementara itu, rumah milik Atikah, seorang janda, juga terdampak kebakaran. Api menghanguskan bagian samping dan depan rumahnya.
Bagi Yudha, musibah yang menimpa ketiga keluarga tersebut bukan sekadar persoalan kerusakan bangunan. Ada beban kehidupan yang harus segera dipulihkan.
Karena itu, saat bertemu langsung dengan para korban, Yudha menyampaikan pesan sederhana namun penting: mereka tidak sendirian menghadapi musibah tersebut.
“Saya menyampaikan kepada ketiga keluarga yang terkena musibah bahwa mereka tak sendirian menghadapi musibah ini.”
Ia kemudian menyerahkan bingkisan sembako dan santunan uang tunai dengan harapan bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan kebutuhan mereka di tengah kondisi sulit pascakebakaran.
Kepedulian terhadap korban juga datang dari Pemerintah Desa Sukajadi. Kepala Desa Sukajadi Haji Yanto Hasan Lesmana bersama jajaran pemerintah desa turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Kepada kepala desa, Yudha meminta agar segera dibuatkan usulan perbaikan rumah untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Garut.
Menurutnya, penanganan korban kebakaran tidak cukup berhenti pada bantuan darurat. Pemerintah perlu memastikan adanya langkah lanjutan agar warga terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Tak berselang lama, bantuan juga datang dari Tagana Dinas Sosial Kabupaten Garut. Bantuan tersebut disalurkan kepada ketiga keluarga yang terdampak kebakaran.
Bagi Yudha, sinergi berbagai pihak menjadi kunci agar proses pemulihan para korban dapat berjalan lebih cepat.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta **BAZNAS, terutama untuk membantu Siti Marlina, anak Odin, agar dapat kembali menempati rumahnya.
“Harapannya Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR dan BAZNAS untuk membantu, terutama kepada Teh Siti Marlina, anak dari Pak Odin, agar beliau bisa menempati rumahnya kembali,” ujar Yudha.
Musibah memang datang tanpa pernah meminta izin. Namun di tengah kehilangan, kepedulian yang hadir dari sesama dapat menjadi kekuatan untuk bangkit.
Bagi tiga keluarga di Kampung Babakan Nanggerang, bantuan yang datang mungkin tidak serta-merta menghapus seluruh luka. Tetapi setidaknya, ada tangan-tangan yang terulur dan ada pesan yang menguatkan: mereka tidak berjalan sendirian untuk melewati masa sulit ini.(Gilang/pey)

