Site icon Bircunews

Rumah Lansia di Cihurip Ludes Terbakar Yudha Puja Turnawan Serukan Gotong Royong

GARUT – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Bersama sejumlah unsur pemerintahan dan kader PDI Perjuangan, ia mengunjungi Pudin, seorang lansia yang kehilangan rumah dan harta bendanya akibat kebakaran di Kampung Susukan RT 02 RW 08, Desa Cihurip, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Yudha menyerahkan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai dari pribadinya sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan bagi keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit.

Menurut Yudha, musibah kebakaran tersebut terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026, sekitar pukul 16.20 WIB. Kobaran api menghanguskan rumah milik Pudin hingga membuat lansia tersebut kehilangan tempat tinggal beserta harta benda yang dimilikinya.

“Pak Pudin, seorang lansia, kehilangan rumahnya akibat kebakaran yang terjadi di Kampung Susukan RT 02 RW 08, Desa Cihurip, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, pada Jumat sore sekitar pukul 16.20 WIB,” ujar Yudha.

Kini, untuk sementara waktu, Pudin bersama sang istri, Cucum, harus tinggal di rumah adiknya yang masih berada di kampung yang sama. Di tengah usia senja, keduanya harus kembali menghadapi kenyataan pahit: kehilangan rumah yang selama ini menjadi tempat mereka berteduh.

Yudha menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Sebab, yang hilang bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga tempat tinggal dan harta benda yang menjadi penopang kehidupan Pudin dan keluarganya.

Dalam kunjungan itu turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan 5, Ghea Afrilia, Camat Cihurip Ganjar Ahadiat Tursana, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Garut Linda Hastuti, serta Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cihurip, Itep Saeful Gofar.

“Selaku wakil rakyat, saya memberikan bantuan sembako dan santunan uang untuk Pak Pudin dan keluarganya. Ibu Ghea Afrilia selaku anggota DPRD Garut dari Dapil 5 juga memberikan santunan uang untuk keluarga Pak Pudin,” kata Yudha.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial Kabupaten Garut yang telah menyalurkan bantuan sembako dan family kit kepada keluarga korban pada Jumat malam, tidak lama setelah peristiwa kebakaran terjadi.

Namun, persoalan yang kini dihadapi keluarga Pudin tidak berhenti pada kebutuhan darurat. Tantangan terbesar adalah bagaimana membangun kembali rumah yang telah rata dengan musibah.

Yudha menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Garut saat ini mengalami keterbatasan stok bantuan bahan bangunan di Dinas Perumahan dan Permukiman. Pada tahun anggaran 2026, anggaran pengadaan bahan bangunan untuk penanganan rumah roboh dan korban kebakaran disebut hanya dialokasikan sebesar Rp500 juta.

“Pemkab Garut saat ini belum bisa memberikan bantuan bahan bangunan karena stok di dinas terkait sudah habis. Padahal, tahun anggaran 2026 ini hanya dialokasikan sekitar Rp500 juta untuk pengadaan bahan bangunan bagi rumah roboh dan kebakaran,” ungkapnya.

Karena itu, Yudha mendorong adanya langkah kolaboratif untuk membantu Pudin memiliki kembali rumah yang layak. Pemerintah daerah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, Baznas Garut, serta masyarakat diharapkan dapat bahu-membahu mencari solusi.

Menurutnya, musibah yang dialami Pudin adalah panggilan kemanusiaan yang tidak seharusnya dihadapi seorang diri, terlebih korban merupakan seorang lansia yang kehilangan rumah sekaligus harta bendanya.

“Oleh karena itu, Pemkab Garut harus mengupayakan kolaborasi pendanaan, baik melalui CSR maupun Baznas Garut, untuk membantu pembangunan kembali rumah Abah Pudin. Beliau harus dibantu karena telah kehilangan rumah dan harta bendanya,” tegas Yudha.

Ia berharap semangat gotong royong dapat menjadi jalan keluar agar keluarga Pudin tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Bantuan yang diberikan hari ini, menurutnya, merupakan bentuk solidaritas awal, sementara perjuangan berikutnya adalah memastikan keluarga tersebut dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Semoga kita semua bisa bahu-membahu mencari solusi agar warga yang kehilangan rumah akibat musibah bisa kembali membangun kehidupannya. Harapannya, Pak Pudin dan keluarganya dapat segera membangun kembali rumah untuk tempat mereka berteduh,” pungkasnya.

Di tengah puing-puing yang tersisa, harapan itu kini menjadi sesuatu yang paling berharga. Ketika seorang lansia kehilangan rumah di usia senja, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan kekuatan untuk mengembalikan rasa aman, martabat, dan harapan bahwa setelah musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu membangun kehidupan kembali.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version