Site icon Bircunews

Rumah Janda di Kelurahan Jayawaras Roboh, Dewan Yudha Puja Turnawan Dorong Pemkab Garut Turun Tangan

GARUT – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut pada Minggu (27/9/2026) menyisakan duka bagi Tati Maryati, seorang janda yang tinggal di Kampung Seni Kidul RT 02 RW 04, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul.

Atap bagian belakang rumahnya roboh sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu membuat Tati, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di toko dan terkadang menjadi asisten rumah tangga (ART), kesulitan memperbaiki rumahnya secara mandiri.

Kondisi Tati mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Pada Selasa (29/9/2026), Yudha datang langsung untuk melihat kondisi rumah sekaligus memberikan bantuan sembako dan santunan uang tunai dari kantong pribadinya.

Yudha hadir bersama Kepala Kelurahan Jayawaras Yoyo, jajaran PAC PDI Perjuangan, serta Kang Iwan Hew.

“Di hari Selasa, 29 September 2026, saya bersama Bapak Yoyo, Kepala Kelurahan Jayawaras, bersama PAC PDI Perjuangan dan Kang Iwan Hew, menengok Ibu Tati Maryati, seorang janda yang bekerja sebagai buruh di toko,” ujar Yudha.

Menurutnya, musibah yang dialami Tati membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Sebab, dengan penghasilan yang terbatas, Tati akan kesulitan memperbaiki rumahnya yang mengalami kerusakan.

“Beliau dengan segala keterbatasannya bekerja, kadang sebagai ART, dengan pendapatan yang sangat terbatas. Tentu beliau sangat kesulitan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak. Ini membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah,” katanya.

Dorong Pemkab Garut Perkuat Dana CSR

Yudha berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut Yudha, keterbatasan ketersediaan bahan bangunan di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut menjadi salah satu alasan perlunya sumber pendanaan alternatif untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat musibah.

“Kita berharap Bapak Bupati Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR. Memang di Disperkim Garut bahan bangunan sudah habis untuk bantuan bahan bangunan bagi korban kebakaran dan rumah roboh,” ujarnya.

Karena itu, menurut Yudha, pemerintah daerah perlu mengembangkan kolaborasi yang lebih luas, bukan hanya dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tetapi juga dengan berbagai entitas usaha berskala besar yang memiliki kemampuan menjalankan program CSR.

“Harapannya sekarang adalah kolaborasi pendanaan CSR dan Baznas. Bukan hanya BUMD seperti PDAM dan BPR Garut, tetapi bagaimana Pemkab Garut bisa mengoptimalkan berbagai entitas usaha berskala besar yang memiliki laba bersih besar agar CSR-nya bisa diarahkan untuk membantu warga Garut yang terkena musibah,” katanya.

Yudha mengaku telah meminta pihak Kelurahan Jayawaras untuk terlebih dahulu membuat proposal bantuan yang nantinya dapat diajukan kepada sejumlah BUMD.

Namun, ia menilai persoalan rumah roboh dan kerusakan akibat bencana di Garut tidak bisa hanya ditangani oleh satu atau dua lembaga. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai perusahaan dan lembaga yang memiliki program CSR.

“Barusan saya meminta lurah untuk membuat proposal dulu ke beberapa BUMD. Tapi karena musibah ini begitu banyak, tidak hanya BUMD, tetapi entitas usaha perlu dihimpun,” tuturnya.

Berharap Ada Perhatian untuk Warga yang Tertimpa Musibah

Yudha juga mendorong Bupati Garut segera membentuk forum TJSLP atau forum CSR yang dapat menjadi wadah koordinasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Menurutnya, keberadaan forum tersebut dapat membantu mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan agar lebih tepat sasaran, termasuk untuk membantu warga yang rumahnya rusak akibat musibah.

“Agar dana-dana CSR bisa diarahkan, salah satunya untuk membantu warga Garut yang terkena musibah,” katanya.

Bagi Tati Maryati, perhatian dan bantuan yang datang di tengah kondisi sulit tersebut menjadi harapan untuk dapat kembali memperbaiki tempat tinggalnya.

Yudha berharap persoalan yang dialami Tati tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian.

“Semoga kita bisa bahu-membahu. Semoga ada perhatian dari Pemkab Garut untuk Ibu Tati,” ujar Yudha.(feri/Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version