Site icon Bircunews

Rumah Hangus, Harapan Jangan Pupus: Yudha Dorong Kolaborasi untuk Bantu Korban Kebakaran di Bayongbong

GARUT — Malam itu, api melahap rumah Komariah di Kampung Citamiang RT 03/RW 06, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Dalam hitungan waktu, tempat yang selama ini menjadi rumah sekaligus tempat berlindung itu berubah menjadi puing.

Komariah, seorang janda yang telah ditinggal suaminya sejak 2007, nyaris kehilangan segalanya. Rumah dan seluruh harta bendanya hangus terbakar. Yang tersisa hanyalah pakaian yang dikenakannya saat musibah terjadi.

Kebakaran itu berlangsung pada Rabu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian dan bantuan datang. Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mendatangi langsung kediaman Komariah pada Rabu (30/9/2026).

Yudha hadir bersama Pemerintah Kecamatan Bayongbong, Pemerintah Desa Bayongbong, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Garut. Selain melihat langsung kondisi korban, Yudha menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai yang berasal dari pribadinya.

Bantuan juga diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut.

Namun, bagi Yudha, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian sesaat. Musibah yang dialami Komariah, menurut dia, harus menjadi momentum untuk mencari solusi agar korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Musibah ini sangat berat. Beliau kehilangan rumah dan seluruh harta benda, hanya menyisakan pakaian yang dipakai. Karena itu, kita harus bahu-membahu mencari solusi agar rumah Ibu Komariah bisa kembali dibangun,” ujar Yudha.

Ketika Bantuan Pemerintah Belum Mampu Menjangkau Semua

Persoalan yang dihadapi Komariah, menurut Yudha, bukan perkara sederhana. Di satu sisi, masyarakat yang menjadi korban bencana membutuhkan bantuan dengan segera. Di sisi lain, kemampuan anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan.

Yudha menyoroti kondisi tersebut berdasarkan data penanganan rumah terdampak kebakaran maupun ambruk di Kabupaten Garut.

Ia menyebut, pada 2024 terdapat lebih dari 500 rumah yang mengalami kebakaran maupun ambruk. Namun, bantuan bahan bangunan yang dapat diberikan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut hanya menjangkau sekitar 71 rumah.

“ Kondisi ini tentu jauh dari memadai. Pemkab Garut hanya mengalokasikan sekitar Rp500 juta untuk pengadaan bahan bangunan bagi rumah yang ambruk dan kebakaran. Karena itu, perlu ada solusi lain melalui kolaborasi pendanaan,” katanya.

Menurut Yudha, persoalan tersebut tidak mungkin sepenuhnya dibebankan kepada APBD. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal tidak harus menghadapi musibah seorang diri.

Karena itu, ia mendorong Bupati Garut, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah untuk mengoptimalkan kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP/CSR).

Yudha menilai perusahaan dan lembaga usaha yang menjalankan kegiatan ekonomi di Kabupaten Garut juga memiliki ruang untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Ia menyebut sejumlah perusahaan besar dan sektor perbankan yang menurutnya dapat dilibatkan, di antaranya PT Changshin, PT Pratama, PT Enopa, PT Ultima Noble, Star Energy, serta bank-bank Himbara dan bank swasta nasional yang memiliki cabang di Kabupaten Garut.

“Bukan hanya BUMD Garut, tetapi juga berbagai entitas usaha skala besar yang memiliki laba bersih di Kabupaten Garut,” ujarnya.

CSR Jangan Berhenti sebagai Program, Harus Menyentuh Warga

Bagi Yudha, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial diperlukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera membentuk dan mengoptimalkan forum TJSLP. Dengan forum tersebut, dana CSR diharapkan dapat diarahkan secara lebih terkoordinasi untuk membantu masyarakat, terutama warga kurang mampu dan korban bencana.

“Harapan saya, Bapak Bupati segera membentuk forum TJSLP agar dana-dana CSR bisa diarahkan untuk membantu warga Garut yang terkena musibah. Jangan sampai mereka yang sedang kehilangan rumah dan harta benda justru terabaikan,” katanya.

Menurutnya, rumah yang terbakar bukan hanya persoalan bangunan. Bagi keluarga korban, kehilangan rumah berarti kehilangan tempat berlindung, ruang untuk menyimpan barang-barang berharga, serta bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, bantuan untuk korban bencana semestinya tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga diarahkan pada pemulihan agar kehidupan mereka dapat kembali berjalan.

Yudha Soroti Peran Baznas

Selain mengoptimalkan CSR, Yudha juga meminta peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut diperkuat dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah.

Ia berharap penghimpunan dan penyaluran zakat maupun infak dapat semakin tepat sasaran, khususnya kepada masyarakat yang berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan bantuan segera.

Yudha juga menyinggung adanya alokasi hibah dari APBD Kabupaten Garut sebesar Rp1,2 miliar kepada Baznas. Menurutnya, dukungan tersebut semestinya dapat turut memperkuat kegiatan asesmen dan penjangkauan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Harus ada keberpihakan kepada mereka yang lemah dan tidak berdaya. Jangan sampai masyarakat yang terkena musibah kurang mendapatkan perhatian, sementara kegiatan lain justru mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Ia juga berharap penghimpunan zakat dan infak, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Garut, dapat semakin optimal dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Saya berharap Baznas bisa lebih hadir membantu warga yang terkena musibah agar mereka bisa membangun rumahnya kembali. Semoga kita bisa bahu-membahu mencari solusi, khususnya untuk Ibu Komariah,” katanya.

Desa Siap Menindaklanjuti

Kepala Desa Bayongbong, Agus Nazar, mengapresiasi kehadiran Yudha yang datang langsung menemui korban dan melihat kondisi rumah yang terdampak kebakaran.

Menurut Agus, kehadiran anggota DPRD Kabupaten Garut tersebut bukan hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga memberikan motivasi kepada keluarga Komariah yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Pak Dewan, Pak Yuda, anggota DPRD Kabupaten Garut. Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepedulian beliau yang langsung menengok ke lokasi kejadian,” ujar Agus.

Agus berharap kunjungan tersebut dapat membuka jalan bagi adanya bantuan lanjutan dari pemerintah daerah.

“Semoga kebaikan Pak Dewan selaku anggota DPRD Kabupaten Garut diberikan nilai amal ibadah. Kehadiran beliau juga mudah-mudahan menjadi motivasi bagi keluarga Ibu Komariah yang sedang terkena musibah,” katanya.

Pemerintah Desa Bayongbong, lanjut Agus, akan menindaklanjuti berbagai arahan dan informasi yang disampaikan Yudha. Koordinasi juga akan dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan Bayongbong dan Pemerintah Kabupaten Garut.

“Insya Allah kami Pemerintah Desa Bayongbong, sesuai arahan dari Pemerintah Kecamatan dan termasuk Pak Dewan, akan segera menindaklanjuti dan mem-follow up kepada Pemerintah Kabupaten Garut,” pungkasnya.

Bagi Komariah, rumah mungkin telah menjadi puing dalam satu malam. Namun, kepedulian yang datang dari berbagai pihak membuka harapan bahwa ia tidak harus membangun kembali kehidupannya seorang diri.

Kini, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan untuk bertahan setelah bencana, tetapi juga gotong royong agar sebuah rumah yang telah hangus dapat kembali berdiri—dan sebuah keluarga yang kehilangan tempat berlindung kembali memiliki harapan.(Gilang/pey)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version