GARUT — Ribuan guru dari 42 kecamatan memenuhi kawasan SOR R.A.A. Adiwijaya Ciateul, Sabtu (22/11/2025), untuk mengikuti Jalan Sehat dalam rangka HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tiga fase peringatan besar PGRI Garut tahun 2025.
PGRI Kabupaten Garut mengumandangkan jargon penuh semangat yang menegaskan komitmen kebersamaan para pendidik:
“Olahraga adalah bahasa universal yang dapat menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Melalui jalan sehat HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 kita bertekad, silaturahmi makin erat, dedikasi makin meningkat, marwah guru makin bermartabat, organisasi PGRI makin kuat, dinas pendidikan makin bermanfaat untuk wujudkan Garut yang makin hebat.”
Kegiatan jalan sehat dibuka secara resmi oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, bersama Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., yang menandai dimulainya acara dengan pengibaran bendera start.
Dalam laporannya, Ketua PGRI Garut, Encep Suherman, menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan fase kedua setelah sebelumnya PGRI berhasil mengumpulkan 1.000 guru pada acara di Auditorium IAI Garut.
“Hari ini lebih dari 6.000 guru hadir dari Malangbong hingga Talegong. Atas nama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Garut, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan beliau,” ujarnya.
Encep juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus cabang, ranting, serta mitra pendukung seperti Bank BJB, BPR, dan berbagai sponsor lain yang turut membantu terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa tujuan utama jalan sehat bukan soal perlombaan, melainkan memperkuat tali silaturahmi, kebersamaan, dan soliditas antar guru di Kabupaten Garut.
Untuk menambah kemeriahan, panitia menyediakan beragam hadiah menarik mulai dari sepeda motor, televisi, hingga berbagai doorprize lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru atas konsistensi dan pengabdian mereka dalam memajukan pendidikan di daerah.
“Guru hebat Indonesia sejatinya bersumber dari peran dan fungsi guru itu sendiri. Guru harus terus meng-upgrade diri mengikuti perkembangan zaman, termasuk memahami teknologi. Namun ingat, teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru. Teknologi hanya alat. Ketulusan, keikhlasan, dan cara kita menyayangi anak-anak itulah yang menjadi modal dasar seorang guru,” ungkap Bupati.
Bupati juga menambahkan bahwa dirinya pun berasal dari dunia pendidikan sehingga memahami betul tantangan yang dihadapi guru serta kebahagiaan ketika melihat anak didik meraih keberhasilan.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh guru untuk terus memperkuat dedikasi dan kualitas layanan pendidikan demi mewujudkan Garut dan Indonesia yang lebih unggul melalui generasi penerus yang cerdas dan berkarakter.(bibie bagja)

