GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut penyebab kebakaran RSUD dr. Slamet Garut masih dalam tahap penyelidikan kepolisian.
Pihak rumah sakit pun sampai sekarang masih menghitung jumlah kerugian yang ditimbulkan.
Mengenai apa yang terbakar, menurut Rudy di ruang logistik itu yang terbakar adalah peralatan medis, termasuk tempat tidur dan rekam medis.
“Dan apa saja yang terbakar, tapi secara garis beras yang terbakar itu ada alkes-alkes (alat kesehatan), termasuk ada bed, dan ada juga rekam medik ya, baik yang sudah terisi maupun yang dalam bentuk formulir,” ujar Bupati Garut.
Akibat kebakaran tersebut kata Rudy, sementara ini ruang hemodialisa belum bisa digunakan. Bagi pasien yang punya jadwal cuci darah diarahkan ke beberapa rumah sakit lain.
“Jadi kepada pasien yang punya jadwal hari Senin pagi, ini sudah akan diberitahu kemana dia harus melaksanakan pengobatan hemodialisanya, yang sudah terjadwal ya, yang Senin pagi, karena Ruang Hemodialisa RSUD dr. Slamet sementara ini kita tutup karena terdampak dari kebakaran tersebut,” ucapnya.
Rudy juga mengatakan, akibat kebakaran itu, beberapa pasien yang ada di ruangan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran sempat dievakuasi ke tempat yang lebih aman, beberapa ruangan tersebut di antaranya Ruangan Agate, Safir, Permata hingga Kalimaya. Meski demikian, saat ini para pasien tersebut, sudah kembali ke ruangan masing-masing.
“Kami beritahukan bahwa semua pasien yang ada di rumah sakit ini, yang berdekatan dengan sumber kebakaran sekarang sudah kembali lagi ke ruangannya masing-masing, dan tidak ada korban jiwa ataupun luka karena kebakaran ini,” ungkap Rudy.
Rudy menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemulihan terhadap rumah sakit pasca kebakaran.
Saat kebakaran terjadi kepanikan memang sempat terjadi. Pasien dan petugas sama sama berjibaku mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.
Hilir mudik petugas yang mengamankan alat hemodialisis dan alat-alat lain yang bisa diselamatkan pun menambah hectic-nya situasi di lorong rumah sakit, selain itu banyaknya warga berlalu-lalang di lorong rumah sakit yang hanya sekedar merekam dan melihat lokasi kebakaran, membuat petugas security bertindak mensterilkan lokasi yang sudah dikepung kepulan asap akibat amukan api.
Tak hanya itu, petugas Disdamkar pun nampak kewalahan memadamkan amukan api, selain adanya beberapa bahan yang mudah terbakar, besarnya angin membuat api sulit untuk dipadamkan.
baca juga: RSUD dr. Slamet Garut Kebakaran, Apa Penyebabnya?
Respon cepat Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut dengan menurunkan 9 unit mobil pemadam kebakaran dan mobil suplai. Upaya pemadaman melibatkan sejumlah pihak, termasuk Tim Tagana Garut, PMI Garut, JQR (Jabar Quick Respons), Satpol PP Garut, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Pukul 15.00 WIB, api mulai terkendali dan petugas terus melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.
baca juga: Pimred Jurnalkotatoday Sebut Kemerdekaan Pers Harus Mengikuti Aturan yang Ada

