Selamat dan sukses atas pelantikan Dr. Syaik Abdillah, M.Ag. sebagai Rektor Institut Agama Islam (IAI) Prof. K.H. Anwar Musaddad Garut.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum bersejarah dalam perjalanan panjang pengabdian pendidikan Yayasan Al-Musaddadiyah Garut. Sebuah perjalanan yang tumbuh dari cita-cita besar para pendiri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.
Berawal dari cita-cita besar pada 1975–1976
Yayasan Al-Musaddadiyah Garut didirikan pada tahun 1975 oleh Prof. K.H. Anwar Musaddad bersama Hj. Atikah Musaddad dan keluarga. Setahun kemudian, pada 1976, dirintis pendidikan tinggi melalui Sekolah Persiapan IAIN (SP IAIN), sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan bagi masyarakat Garut.
Perjalanan tersebut terus berkembang. Pada 1979 berdiri Sekolah Tinggi Hukum Islam, kemudian pada 1989 hadir Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah. Tonggak penting berikutnya terjadi pada 21 Agustus 1995, ketika lembaga tersebut melebur menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Musaddadiyah Garut berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 376 Tahun 1995.
Perjalanan ini merupakan bukti ketekunan para perintis dan pengelola dalam menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi Islam di Garut lintas generasi.
Dari STAI menuju Institut Agama Islam
Setelah puluhan tahun mengabdi, STAI Al-Musaddadiyah memasuki babak baru. Pada 2026, lembaga ini memperoleh alih bentuk menjadi Institut Agama Islam Prof. K.H. Anwar Musaddad, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 273 Tahun 2026.
Perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut menjadi tonggak strategis dalam pengembangan kelembagaan, perluasan cakupan keilmuan, penguatan tata kelola akademik, dan peningkatan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat.
Penggunaan nama Prof. K.H. Anwar Musaddad juga menjadi penghormatan terhadap warisan keilmuan, keteladanan, dan perjuangan tokoh ulama yang telah memberikan sumbangsih besar bagi pendidikan Islam.
Pilihan program studi S1 dan S2
Saat ini, IAIM menyediakan pilihan pendidikan tinggi yang mencakup bidang pendidikan Islam, hukum Islam, dan bisnis syariah.
Program Sarjana (S1):
- Pendidikan Agama Islam (PAI)
- Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
- Hukum Ekonomi Syariah (HESy/Muamalah)
- Hukum Keluarga Islam (HKI)
- Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
Program Magister (S2):
- Pendidikan Agama Islam (PAI) — Magister Pendidikan (M.Pd.)
Program pascasarjana S2 PAI telah memperoleh izin operasional melalui KMA RI Nomor 126 Tahun 2026 dan tercatat memperoleh akreditasi pertama dari LAMDIK. Kehadiran jenjang magister membuka kesempatan lebih luas bagi guru, tenaga pendidik, praktisi, dan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan pengembangan tersebut, IAIM terus memperluas kesempatan belajar sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu, profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Penguatan mutu dan daya saing di Priangan Timur
Mutu pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi IAIM. Situs resmi kampus menyampaikan capaian akreditasi “Baik Sekali” pada tingkat kelembagaan, sementara sejumlah program studi juga memiliki status akreditasi masing-masing sesuai keputusan lembaga akreditasi terkait.
Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi.
Di tengah perkembangan pendidikan tinggi di kawasan Priangan Timur, IAIM membawa cita-cita untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, relevan dengan kebutuhan zaman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Predikat sebagai yang terbaik di kawasan memerlukan pembandingan resmi antarkampus; yang terpenting adalah menjaga mutu dan terus meningkatkan prestasi secara terukur.
Amanah baru, harapan baru
Kepada Dr. Syaik Abdillah, M.Ag., selamat mengemban amanah sebagai Rektor IAIM Prof. K.H. Anwar Musaddad Garut.
Semoga kepemimpinan yang baru membawa semangat pembaruan, memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas lulusan, memperluas kolaborasi, serta mengantarkan IAIM menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin maju dan dipercaya masyarakat.
Semoga nilai perjuangan Prof. K.H. Anwar Musaddad terus hidup dalam setiap langkah pengembangan kampus:
“Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah.”
Berilmu untuk diamalkan, beramal dengan landasan ilmu, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Selamat dan sukses, Rektor IAIM Prof. K.H. Anwar Musaddad Garut.
Melanjutkan perjuangan, menguatkan keilmuan, membangun masa depan.(Gilang)

