Site icon Bircunews

Menjalankan Arahan Ketua Umum Megawati Kader PDI Perjuangan Perhatian bagi Lansia Dhuafa

GARUT — Di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni, Abah Sohid menjalani hari-harinya sebagai seorang lansia dari keluarga dhuafa di Kampung Kiaragoong, RT 02 RW 11, Desa Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, perhatian dan kepedulian menjadi harapan yang tak boleh padam.

Kabar tentang kondisi Abah Sohid sampai kepada Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, melalui sebuah pesan di TikTok yang dikirimkan oleh Vera Silvia, salah seorang warga Kampung Kiaragoong.

Berangkat dari informasi tersebut, pada Rabu, 21 Oktober 2026, Yudha mendatangi kediaman Abah Sohid untuk melihat langsung kondisinya sekaligus menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai.

Kunjungan itu bukan sekadar bentuk kepedulian personal, melainkan juga bagian dari upaya memastikan bahwa para lansia yang hidup dalam keterbatasan tidak luput dari perhatian lingkungan sosial maupun pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Yudha didampingi Camat Kadungora Muhammad Badar Amin, aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Rahman selaku Sekretaris Desa Mandalasari, Fauziah Lusiana selaku pendamping sosial Desa Mandalasari, serta Aples, kader PDI Perjuangan di Desa Mandalasari.

Memastikan Lansia Tak Terabaikan

Yudha menjelaskan bahwa kunjungan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menugaskan kader partai untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan memastikan tidak ada lansia yang terabaikan.

Menurutnya, kader partai tidak cukup hanya menerima laporan dari masyarakat. Mereka harus hadir, melihat kenyataan di lapangan, mendengarkan kebutuhan warga, serta ikut mendorong kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada kesejahteraan kelompok rentan, terutama para lanjut usia.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, saya berupaya menjalankan arahan tersebut dengan turun langsung menemui warga yang membutuhkan perhatian. Kita harus memastikan para lansia tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri,” demikian semangat yang mendasari kunjungan Yudha kepada Abah Sohid.

Bagi Yudha, kepedulian terhadap lansia tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Lebih dari itu, diperlukan perhatian berkelanjutan agar mereka memperoleh akses terhadap program perlindungan sosial dan dapat tinggal di rumah yang layak.

Terdata dalam DTSEN, tetapi Belum Menerima Bantuan Reguler

Persoalan yang dihadapi Abah Sohid tidak hanya menyangkut kondisi tempat tinggalnya. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, Abah Sohid tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok desil 2, tetapi belum menerima bantuan reguler dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) untuk komponen lansia maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Padahal, akses terhadap program perlindungan sosial menjadi salah satu hal penting bagi warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Pendamping sosial Desa Mandalasari telah mengusulkan Abah Sohid melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Upaya tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi Abah Sohid untuk memperoleh bantuan sesuai dengan kriteria dan ketentuan program yang berlaku.

Bagi Abah Sohid, bantuan sosial bukan sekadar program pemerintah di atas kertas. Bantuan tersebut berpotensi menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu meringankan beban hidup di usia senja.

Persoalan Administrasi dan Harapan Memiliki Rumah Layak

Selain belum memperoleh bantuan sosial reguler, Abah Sohid juga menghadapi kendala dalam mengakses bantuan perbaikan rumah. Salah satu persoalannya berkaitan dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang masih tercatat atas nama almarhum ayahnya.

Persoalan administrasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti agar akses terhadap program perbaikan rumah dapat diupayakan.

Camat Kadungora, Muhammad Badar Amin, menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut terkait perubahan data SPPT agar dapat tercatat atas nama Abah Sohid.

Langkah koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan kendala administrasi yang dihadapi. Selanjutnya, Yudha berharap Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut dapat mengupayakan bantuan perbaikan rumah bagi Abah Sohid pada 2027, sesuai dengan persyaratan dan ketersediaan program.

Harapan itu sederhana, tetapi sangat berarti: agar Abah Sohid dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk menjalani hari-harinya.

Kepedulian yang Harus Berlanjut

Dalam kunjungan tersebut, Yudha menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai kepada Abah Sohid. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut juga turut memberikan bantuan sembako.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan Abah Sohid. Namun, bagi Yudha, perhatian terhadap warga rentan tidak boleh berhenti setelah kunjungan usai atau bantuan diserahkan.

Masih ada pekerjaan yang perlu dituntaskan: mengupayakan akses terhadap bantuan sosial, menindaklanjuti persoalan administrasi, serta membuka jalan bagi perbaikan rumah yang lebih layak.

Kisah Abah Sohid menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan lansia bukan hanya tentang ada atau tidaknya program pemerintah. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan program tersebut dapat menjangkau mereka yang membutuhkan, dengan proses administrasi yang dapat ditindaklanjuti dan koordinasi yang berjalan baik.

Di usia senja, setiap lansia berhak memperoleh perhatian, rasa aman, dan kehidupan yang bermartabat. Tidak seorang pun semestinya merasa sendirian hanya karena hidup dalam keterbatasan.

Kunjungan ke rumah Abah Sohid mungkin dimulai dari sebuah pesan sederhana di TikTok. Namun, dari informasi yang disampaikan seorang warga, tumbuh upaya bersama untuk menghadirkan bantuan dan menindaklanjuti persoalan yang selama ini dihadapi seorang lansia.

Sebab, kepedulian yang sesungguhnya bukan hanya tentang datang dan memberi, melainkan juga tentang memastikan bahwa setelah kunjungan berakhir, harapan tetap diperjuangkan.(Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version