Garut — Ratusan warga Garut dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (18/11/2025). Mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Garut itu menyuarakan dukungan penuh terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Bukan sekadar aksi biasa, gerakan ini menjadi simbol semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang baik untuk masa depan generasi penerus bangsa.
Sekitar 500 peserta terlihat membawa spanduk dan poster dukungan. Yang menarik, mereka juga membagikan paket makanan sehat berisi susu, buah, dan makanan tinggi protein kepada warga dan pengguna jalan. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa mereka bukan hanya bicara, tetapi ikut turun tangan mendorong keberhasilan program tersebut.
Koordinator aksi Ade Sawali,S.Sos menegaskan bahwa MBG bukan program bantuan sosial musiman. Ia menyebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas Indonesia.
“Makan Bergizi Gratis adalah pintu menuju masa depan. Program ini mendidik, menyehatkan, dan menguatkan bangsa dari akar—yakni anak-anak kita,” tegasnya.
Menurut para peserta, Kabupaten Garut dengan jumlah pelajar yang besar dan masih tingginya kasus kekurangan gizi sangat membutuhkan implementasi maksimal program MBG. Karena itu mereka mendorong DPRD dan Pemda Garut aktif mengawasi jalannya program, terutama di sekolah dan daerah terpencil.
Aspirasi massa diterima langsung oleh H. Imat Rahmat, anggota DPRD Garut dari Fraksi Golkar. Ia menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal penuh pelaksanaan MBG agar manfaatnya tepat sasaran.
“Program ini bukan sekadar kebijakan, tetapi amanah besar untuk masa depan Garut. DPRD siap bekerja sama dengan masyarakat memastikan pelaksanaannya sesuai tujuan,” ujarnya.
Aksi berlangsung damai dan tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Usai doa bersama dan penyerahan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan harapan besar bahwa program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi langkah nyata memperbaiki kesehatan dan kualitas pendidikan anak-anak Garut.(eri/bibi bagja)

