Site icon Bircunews

Lapas Garut Panen 836 Kg Bawang Daun dan Kubis dari Program Pembinaan Warga Binaan

GARUT — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut memanen sebanyak 836 kilogram komoditas hortikultura dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hasil panen tersebut terdiri atas 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis. Kegiatan pertanian itu melibatkan tujuh Warga Binaan dengan pendampingan dua petugas Lapas Garut.

Panen berlangsung di lahan seluas kurang lebih satu hektare yang berada di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Dalam program tersebut, Warga Binaan terlibat langsung dalam berbagai tahapan kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga proses panen.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan dan pengawasan petugas dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Setelah dipanen, hasil pertanian tersebut kemudian dipasarkan kepada pengepul di kawasan Pasar Ciawitali, Kabupaten Garut. Pemasaran hasil panen menjadi bagian dari rangkaian program agar kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan program pertanian tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan kami jadikan sebagai ruang pembinaan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya belajar menanam, tetapi mengikuti seluruh proses dari mengolah lahan, merawat tanaman, memanen, hingga melihat hasil kerjanya terserap pasar. Di sinilah pembinaan menghasilkan keterampilan sekaligus produktivitas,” ujar Rusdedy.

Menurut Rusdedy, keterampilan pertanian yang diperoleh selama mengikuti program dapat menjadi salah satu bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Bagi kami, 836 kilogram yang dipanen hari ini bukan hanya angka produksi. Di dalamnya ada proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan harapan. Kami ingin setiap lahan yang dikelola menjadi ruang produktif dan setiap Warga Binaan yang terlibat memperoleh keterampilan untuk membangun kemandirian setelah selesai menjalani masa pidana,” lanjut Rusdedy.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa program pertanian tersebut dirancang sebagai pembelajaran kerja berbasis praktik.

Warga Binaan diberikan pengalaman untuk memahami proses produksi pertanian sekaligus pentingnya ketekunan, kedisiplinan dan kerja sama.

“Warga Binaan mengikuti prosesnya dari awal sampai panen. Mereka belajar bahwa menghasilkan pangan membutuhkan kerja yang konsisten. Ketika hasilnya kemudian dapat dipasarkan, mereka juga memahami bahwa keterampilan dan produktivitas memiliki nilai ekonomi,” ungkap Asep.

Pemanfaatan lahan di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng menjadi bagian dari sinergi pemanfaatan potensi daerah untuk kegiatan produktif. Selain menghasilkan komoditas pertanian, lahan tersebut digunakan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Lapas Kelas IIA Garut menyatakan akan terus mendorong pengembangan sektor pertanian dan kegiatan produktif lainnya sebagai bagian dari program pembinaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan dan pengalaman kerja kepada Warga Binaan sehingga dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan secara produktif setelah menyelesaikan masa pidana.(Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version