Site icon Bircunews

Kurang dari Setahun Ditanam, Alpukat Langsung Berbuah, Kades di Garut Membuktikannya

GARUT — Menanam alpukat kini semakin menarik bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya buah bernilai ekonomi. Berkat teknik perbanyakan tanaman melalui okulasi, bibit alpukat dari indukan unggul berpotensi memasuki fase berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman yang berasal dari biji.

Hal itu dibuktikan oleh Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, H. Dadang. Alpukat jenis Aligator yang ditanamnya pada akhir 2025 lalu kini telah menunjukkan hasil berupa buah, meskipun usia penanamannya belum genap satu tahun.

Aligator dikenal sebagai salah satu varietas alpukat yang diminati masyarakat karena karakter buahnya yang berukuran besar. Keberhasilan tanaman tersebut menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi masyarakat yang ingin memulai budidaya alpukat tanpa harus menunggu terlalu lama untuk menikmati hasilnya.

Bibit yang ditanam H. Dadang dibeli dari Khadizarah Bibit, usaha penyedia bibit tanaman buah yang menjadi mitra usaha BUMDes Bangkit Mekarsari. Bibit hasil okulasi dengan sumber indukan unggul menjadi salah satu pilihan bagi calon petani yang ingin mengembangkan tanaman alpukat dengan karakter varietas yang lebih terarah.

Keberhasilan tersebut turut mendorong H. Dadang kembali melakukan penanaman alpukat untuk tahap kedua belum lama ini. Kali ini, ia kembali memesan bibit jenis Aligator sekaligus menambah varietas Miki dari Khadizarah Bibit.

Langkah tersebut menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan tanaman buah sebagai salah satu peluang usaha pertanian di wilayah pedesaan. Selain memiliki nilai konsumsi, alpukat juga berpotensi menjadi komoditas ekonomi apabila dibudidayakan dengan pemilihan bibit, perawatan, dan pengelolaan kebun yang tepat.

Khadizarah Bibit berlokasi di Jalan Simpang-Samarang, Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Kios ini menyediakan beragam bibit alpukat premium yang dapat menjadi pilihan masyarakat untuk kebutuhan penanaman di pekarangan maupun pengembangan kebun buah.

Permintaan bibit dari Khadizarah Bibit tidak hanya datang dari petani di Kabupaten Garut. Sejumlah pemesan dari luar daerah juga turut mencari bibit tanaman buah melalui kios tersebut.

“ Ya, bukan hanya petani Kabupaten Garut yang memesan dari kios kami dan juga ada dari luar Kabupaten Garut,” ujar Nunung Komalasari, pemilik Khadizarah Bibit.

Meski demikian, kecepatan tanaman menghasilkan buah tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kualitas bibit, kondisi lingkungan, kesuburan tanah, ketersediaan air, serta pemeliharaan tanaman. Bibit hasil okulasi dapat mempercepat masa berbuah, tetapi tidak menjamin setiap tanaman akan menghasilkan buah dalam waktu yang sama.

Pengalaman H. Dadang menjadi gambaran bahwa pemilihan bibit yang tepat dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan budidaya alpukat. Bagi masyarakat yang tertarik menanam alpukat, ketersediaan bibit berkualitas serta perawatan yang sesuai menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Sebagai informasi untuk menghubungi kios Khadizarah Bibit, bisa melalui nomor WhatsApp 082.295.693.903.***

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version