GARUT – Ketua MUI Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir menerangkan banyak manfaat dari maulid Nabi Muhammad. Diantaranya adalah untuk menangkal orang-orang yang mengaku Nabi.
Ketua MUI Garut ini menerangkan, dalam maulid Nabi itu ada sesi dakwah atau tablig akbar yang salah satu bahasannya mengingatkan bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para Nabi dan Rosul atau khataman Nabiyyin wal mursalin.
Dengan demikian lanjut Ketua MUI Garut, Maulid Nabi itu bisa dijadikan momen untuk menangkal orang-orang yang nantinya akan mengaku Nabi.
Khususnya kata KH Sirojul Munir, di Kabupaten Garut ini sangat penting untuk selalu diingatkan bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para Nabi dan Rosul.
Karena sampai hari ini tercatat sudah 5 orang yang mengaku sebagai Nabi dan Rosul di Kabupaten Garut.
” Kata sunda, komo lamun eweuh muludan, bakal loba nu ngaku Nabi di Garut. Sakitu banyak yang melakukan peringatan maulid Nabi dan di situ diingatkan bahwa Nabi Muhammad itu adalah khataman Nabiyyin wal Mursalin,” jelasnya Sabtu 12 November 2022 di Kecamatan Bayongbong.
BACA JUGA: Ketua Apdesi Jabar Lebih Setuju Jika Jabatan Kades 6 Tahun Tapi Tidak Dibatasi 3 Periode
Terbayang jika tidak ada Maulid Nabi, mungkin akan lebih banyak lagi orang-orang yang mengaku Nabi di Kabupaten Garut.
Selain itu kata KH Sirojul Munir, tentu saja banyak manfaat dilaksanakannya maulid Nabi. Salah satunya adalah untuk menimbulkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
BACA JUGA: Mall Pelayanan Publik Ditargetkan Launching Juli 2023
Dan mestinya kata Sirojul Munir, maulid Nabi itu jangan dilakukan di bulan Mulud saja. Mestinya setiap malam Jumat dilaksanakan pembacaan berzanji yang di dalamnya mengandung kisah dan sholawat terhadan Nabi.
Dulu di pesantren pembacaan berzanji ini rutin dilaksanakan setiap malam Jumat. Dan mestinya ini dihidupkan kembali di tengah masyarakat.
Lebih jauh KH Sirojul Munir menerangkan bahwa dari 5 orang yang mengaku Nabi dan Rosul, 4 orang sudah insyaf. Sementara 1 orang belum sempat insyaf dan sudah meninggal dunia.
BACA JUGA: Kabupaten Garut Tampilkan Produk UMKM dalam Pameran Future SMEs Village G20
Ia pun merasa aneh, ketika Nabi asal Garut itu meninggal dunia, tidak ada yang heboh. Jangankan seluruh dunia, di Kecamatannya saja tidak ada yang heboh.
” Jangankan sedunia, sekecamatan Pangaitakan sekecamatan Wanaraja pun tidak ada yang ramai ya meninggalnya seorang Rosul,” ujarnya sambil ketawa.(gilang)
BACA JUGA: Omzet Pedagang di Kabupaten Garut Meningkat dengan adanya Porprov Jabar XIV Tahun 2022
BACA JUGA: Link Tes Ujian Mencintai Diam-diam, Seberapa Besar Cintamu Padanya dan Apakah Dia Juga Sama?

