GARUT – Suprih Rozikin, SH., MH., Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Golkar, memberikan apresiasi terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Garut atas terselenggaranya Training Raya Tingkat Nasional yang mengusung tema besar “Green Leadership”. Kegiatan bergengsi ini dilaksanakan di Graha Patriot, Senin 24 November 2025, dan menjadi tonggak baru dalam gerakan pendidikan kader nasional yang lebih visioner dan berorientasi pada masa depan.
Acara yang diikuti peserta dari 18 provinsi dan 39 kabupaten/kota se-Indonesia ini tak cuma sekadar ruang kaderisasi, namun juga menjadi wadah lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola yang inklusif. Bagi Suprih Rozikin, hadirnya generasi muda dengan semangat kepemimpinan hijau merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan ekologi dan sosial yang kian kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Suprih Rozikin menilai bahwa HMI Cabang Garut telah membuktikan kapasitasnya sebagai organisasi mahasiswa yang mampu menghadirkan gagasan besar serta menyatukan energi pemuda dari berbagai penjuru negeri. Ia menyebut bahwa tema Green Leadership adalah bentuk keberanian intelektual untuk melangkah melampaui isu-isu konvensional, menuju agenda pembangunan yang berorientasi pada masa depan bumi.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kepemimpinan masa kini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan retorika atau kecakapan teknis, melainkan juga oleh kepekaan ekologis, empati sosial, serta kesanggupan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. “Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu meninggalkan jejak kebaikan, bukan jejak kerusakan. Dan semangat itu saya lihat tumbuh kuat di antara para peserta Training Raya ini,” ujarnya.
Keikutsertaan peserta dari puluhan daerah di Indonesia menjadikan kegiatan ini sebagai forum pertemuan gagasan, tempat para pemuda bertukar perspektif, memperkaya wawasan, dan menyusun visi bersama. Di sinilah nilai inspiratifnya: perjumpaan intelektual yang menumbuhkan harapan bahwa masa depan Indonesia dapat berada di tangan generasi yang lebih sadar lingkungan, lebih bijak, dan lebih humanis.
Suprih Rozikin juga menekankan bahwa Garut patut berbangga menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini. Selain memperkukuh posisi daerah sebagai pusat dinamika kepemudaan, hal ini juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong isu-isu keberlanjutan.
Dengan penuh optimisme, ia berharap agar Training Raya ini melahirkan kader-kader terbaik bangsa yang tidak hanya peduli pada masa depan dirinya, tetapi juga masa depan alam dan kemanusiaan. “Kepemimpinan hijau bukan sekadar konsep, melainkan sikap hidup. Dan jika pemuda Indonesia menghayatinya dengan sungguh-sungguh, maka bangsa ini akan melangkah menuju peradaban yang lebih maju, lebih beretika, dan lebih berkelanjutan,” tutupnya.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan semangat persatuan dan kesadaran bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang-ruang kecil tempat para pemuda berkumpul merumuskan langkah. Dari Garut, gagasan kepemimpinan hijau dipancarkan ke seluruh penjuru negeri—menjadi inspirasi baru bagi Indonesia yang terus bergerak menuju masa depan.(gilang)

