MEDAN – Allah adalah sebagai TUHAN dalam kepercayaan umat Islam, sehingga umat Islam meyakini bahwa ALLAH adalah TUHAN yang menciptakan seluruh alam dan semua isinya. Namun, Keyakinan ini masih banyak para penganut agama ISLAM yang mempertanyakan keberadaan Allah karena tidak ada manusia yang dapat melihatnya.
Apalagi, Rukun Islam yang pertama dalam dua kalimat syahadat mengajarkan bahwa,” aku bersaksi tiada tuhan kecuali ALLAH”, kalimat ini mengandung pertanyaan kenapa kita bersedia mengakui bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali ALLAH, padahal kita tak pernah melihat menyaksikan keberadaan Allah.
Banyak orang yang menginginkan melihat Tuhan atau Allah SwT, termasuk Nabi-nabi dan Rasul. Misalnya Nabi Musa. Juga Nabi Ibrahim sebelum meyakini bahwa Tuhan atau Allah itu ghaib.
Berdasarkan pertanyaan ini, penulis ingin mencoba menjawab, agar kita tidak terjebak dalam pertanyaan kalimat yang keliru,
- Al baqoroh ayat 3
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
kita fokuskan pada potongan ayat
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ
Artinya : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib,)
Berdasarkan ayat di atas dapat kita ketahui bahwa Allah itu maha Ghaib yang tidak dapat dilihat oleh manusia. Bukankah Allah juga dalam Asmaul Husna memiliki nama AL GHOIBU yang berarti Allah maha ghaib, dari Asmaul Husna ini kita dapat memahami bahwa Allah bukan hanya saja ghaib tapi maha ghaib, itulah sebabnya bangsa JIN yang juga makhluk gaib pun tidak dapat melihat keghaiban Allah swt. - Al-An’am ayat 103
لَّا تُدۡرِكُهُ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ وَهُوَ یُدۡرِكُ ٱلۡأَبۡصَـٰرَۖ وَهُوَ ٱللَّطِیفُ ٱلۡخَبِیرُ
Artinya : Dia tidak dapat di lihat, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui
Kita juga fokus dengan ayat
لَّا تُدۡرِكُهُ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ وَهُوَ یُدۡرِكُ ٱلۡأَبۡصَـٰرَۖ
“Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak dilihat dengan penglihatan mata di dunia. Sedangkan Allah melihat semua makhluk dan penglihatannya secara rinci, karena Allah yang telah menciptakannya,” - Surat Al-A’raf ayat 143.
قَالَ رَبِّ أَرِنِیۤ أَنظُرۡ إِلَیۡكَۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِی
Artinya: Nabi Musa berkata, “Wahai Tuhanku perlihatkan kepadaku agar aku bisa melihat-Mu.” Allah berfirman, “Kamu tidak akan melihatku.”
Dari ayat ini juga dapat kita ketahui bahwa Allah itu tidak dapat kita lihat karena nabi musa saja pun sebagai nabi yg dapat berbicara dengan Allah tidak mampu untuk melihat Allah dengan mata kepala nya, apalagi kita yang bukan nabi dan makhluk yang banyak berbuat dosa kesalahan kepada Allah SWT - Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi bersabda:
تفكَّروا فِي الْخَلْقِ وَلَا تُفَكِّرُوا فِي الْخَالِقِ، فَإِنَّهُ لَا تُحِيطُ بِهِ الفِكْرة
Artinya: “Pikirkanlah tentang makhluk dan janganlah kalian memikirkan tentang Khaliq (Pencipta), karena sesunguhnya Dia tidak dapat diliput oleh pemikiran.”
ini menjelaskan bahwa Allah ta’ala tidak terjangkau oleh gambaran, pikiran, dan khayalan manusia. Allah tidak dapat dibayangkan, tidak dapat digambarkan, tidak dapat dikhayalkan, dan tidak dapat dipikirkan.
“Karena setiap sesuatu yang ada dalam gambaran, pikiran, dan khayalan manusia ialah benda.
Demikianlah jawaban yang dapat penulis rangkum semoga dapat menjawab pertanyaan dan keraguan masyarakat tentang melihat keberadaan Allah SWT.
Pesan penulis bagi kita semua lakukanlah semua perintah Allah dan tinggal semua larangannya, semoga Kita dapat bertemu nantinya dengan Allah saat kita berada di dalam surgaNya
Wallahu a’lam
Penulis: Ustadz Hendra Siregar SH.I
- Direktur Kantor Law Office Aksara of Justice
- Pengasuh Islamic Boarding School Dhinukum Zholtan
- Penceramah
baca juga: Hakikat Penyembelihan Hewan Kurban Adalah untuk Menyembelih Sifat Hewan Bagi Orang yang Berkurban

