GARUT – Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Dedi Setiawan, berencana menggelar kegiatan bakti sosial dengan melibatkan sejumlah sponsor dari perusahaan dalam maupun luar negeri.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Januari 2027 tersebut secara khusus menyasar kalangan tenaga pendidik di Kecamatan Cikajang, mulai dari guru PAUD hingga SMA.
” Segmennya guru-guru dari Kecamatan Cikajang, mulai dari PAUD sampai SMA,” tegas Dedi.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian doorprize, serta seminar edukatif. Jumlah peserta yang ditargetkan mencapai 500 orang.
Dedi menyebutkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor. Salah satunya Indofood yang akan menyediakan bingkisan bagi para peserta. Selain itu, panitia juga menyiapkan delapan unit smartwatch sebagai doorprize.
” Sponsor utamanya Indofood yang akan memberikan bingkisan untuk para peserta. Kemudian ada doorprize 8 smartwatch. Kemudian ada sponsor-sponsor yang lain yang akan mendukung,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan, seminar menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Materi yang akan disampaikan berkaitan dengan pengelolaan keuangan pada masa pensiun.
Menurut Dedi, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sangat penting bagi para guru agar dapat mempersiapkan kondisi finansial sejak masih aktif bekerja, sehingga tidak mengalami kesulitan ketika memasuki masa pensiun.
” Jangan sampai ketika masa pensiun para guru kerepotan dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Seminar tersebut rencananya akan menghadirkan sejumlah pakar sebagai narasumber. Bahkan, panitia tengah merencanakan kehadiran seorang profesor dari Singapura untuk memberikan materi kepada para peserta.
Sementara itu, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis akan melibatkan sejumlah tenaga medis, mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis. Di antaranya spesialis penyakit dalam, dokter gigi, spesialis jantung, serta beberapa dokter spesialis lainnya.
Dedi menjelaskan, pemilihan kalangan guru sebagai sasaran kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, para guru memiliki tanggung jawab dan kesibukan yang cukup besar dalam menjalankan tugas pendidikan. Karena itu, kegiatan bakti sosial ini diharapkan menjadi bentuk perhatian sekaligus hiburan dan motivasi bagi mereka.
Meski kegiatan perdana ini difokuskan kepada tenaga pendidik, Dedi membuka peluang agar kegiatan bakti sosial berikutnya dapat menjangkau masyarakat umum.
Dedi menyampaikan bakti sosial serupa akan dilaksanakan secara rutin dengan sasaran penerima manfaat yang lebih luas.(pey)

