GARUT – Kabar menggembirakan datang bagi para atlet dan pelatih yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut memastikan pencairan insentif bagi atlet dan pelatih akan segera direalisasikan pada pekan ini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KONI Kabupaten Garut Bidang Komunikasi, Humas, dan Kerja Sama, Agus Barkah atau yang akrab disapa Abar, di Kantor KONI Garut, Rabu (24/6/2026).
Abar menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Pimpinan KONI Garut yang digelar pada Selasa (23/6/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Garut, Subhan Rohmansyah, SE., MM.
Dalam rapat tersebut, forum pimpinan menyepakati empat klasifikasi bantuan dan penghargaan bagi atlet serta pelatih yang dipersiapkan menghadapi Porprov Jabar 2026.
Pertama, Insentif Khusus (Insus) yang diperuntukkan bagi atlet dan pelatih kontingen Jawa Barat peraih medali emas, perak, maupun perunggu pada PON Sumatera Utara-Aceh yang juga menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Garut di Porprov Jabar 2026. Besaran insentif ini akan ditentukan oleh pimpinan KONI bersama Satgas Porprov Jabar 2026.
Kedua, skema Pengikatan, yang diberikan kepada dua kategori. Yakni atlet naturalisasi dari luar daerah yang memiliki peluang besar meraih medali emas, serta atlet dan pelatih lokal Garut yang memiliki rekam jejak prestasi pada Porprov Jabar 2022 dan diproyeksikan kembali menyumbangkan medali pada Porprov 2026.
“Besaran bantuan pada kategori pengikatan akan ditetapkan melalui kontrak khusus antara atlet, cabang olahraga terkait, dan Satgas Porprov Jabar 2026,” ujar Abar.
Ketiga adalah Insentif Umum, yang akan diberikan kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah ditetapkan sebagai calon kontingen Kabupaten Garut pada Porprov Jabar 2026. Masing-masing penerima akan memperoleh insentif sebesar Rp300 ribu per bulan selama enam bulan, kecuali mereka yang telah menerima Insentif Khusus maupun Pengikatan.
Sementara kategori keempat berupa Bonus Prestasi, yang akan diberikan kepada atlet dan pelatih kontingen Garut yang berhasil meraih medali emas, perak, maupun perunggu di Porprov Jabar 2026. Besaran bonus akan ditetapkan oleh Bupati Garut bersama perangkat daerah terkait.
Abar menegaskan, pencairan insentif dan program pengikatan akan mulai dilaksanakan pada pekan ini. Khusus Insentif Umum untuk bulan Mei dan Juni, pencairan akan dilakukan melalui rekening masing-masing cabang olahraga. Adapun untuk periode Juli hingga November, dana akan langsung ditransfer ke rekening atlet dan pelatih.
Selain membahas insentif, rapat pimpinan juga merekomendasikan kepada Satgas Porprov dan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) untuk menggelar tes fisik remedial.
Tes ini diperuntukkan bagi atlet yang tidak hadir pada tes fisik tahap awal maupun atlet yang hasil tesnya masih berada di bawah standar yang telah ditetapkan.
“Kami memberikan kesempatan kedua melalui tes remedial. Namun apabila atlet kembali tidak hadir atau hasil tes fisiknya tetap di bawah standar, Satgas dan Binpres berhak mendiskualifikasi yang bersangkutan dari kontingen Porprov Jabar 2026,” tegas Abar.
Tak hanya itu, forum rapat pimpinan juga menyetujui rekomendasi panitia pelaksana terkait pelaksanaan Program Prestasi Garut (PRO-G). Pelaksanaan program tersebut disepakati untuk diundur selama satu hingga dua bulan ke depan.
Keputusan-keputusan strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan kontingen Kabupaten Garut dalam menghadapi Porprov Jawa Barat 2026 serta mendorong lahirnya prestasi terbaik bagi daerah.(Gilang)

