GARUT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Malangbong, Deden Munawar, S.IP., mengatakan bahwa kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjadi pijakan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan.
“Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi sejauh mana kita telah mengisi kemerdekaan dengan karya dan pembangunan nyata. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Deden saat memberikan keterangannya, belum lama ini.
Menurut Deden, pembangunan Kecamatan Malangbong ke depan harus dilakukan secara seimbang, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sejumlah sektor dinilai perlu terus diperkuat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, hingga pelayanan birokrasi yang semakin dekat dengan masyarakat dan mampu merespons kebutuhan warga.
Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, Deden mengusung semangat “Malangbong Maju karena Bersatu, Bersatu karena Peduli”. Ia menilai kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, serta masyarakat secara luas.
Selain pembangunan, Deden juga menekankan pentingnya menjaga modal sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat, salah satunya melalui budaya gotong royong dan semangat nasionalisme.
Menurutnya, nasionalisme pada masa kini tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya bekerja dengan jujur, taat membayar pajak, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan produk lokal, serta mempertahankan kerukunan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai perbedaan pilihan, pendapat, atau latar belakang memecah belah kita. Setelah dinamika politik usai, kita harus kembali bersatu sebagai masyarakat Malangbong dan warga NKRI,” tegasnya.
Di sisi lain, Deden melihat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian masyarakat Malangbong.
Menurutnya, posisi geografis Malangbong yang strategis, didukung sumber daya alam yang produktif dan keberadaan pelaku usaha potensial, menjadi modal penting untuk meningkatkan perekonomian lokal.
Namun demikian, ia menilai pengembangan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan mengandalkan penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah. Diperlukan upaya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Proses tersebut dapat dilakukan melalui pengolahan produk, peningkatan kualitas kemasan, pemanfaatan pemasaran digital, hingga memperluas akses pasar agar produk lokal mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kemerdekaan ekonomi tercapai saat masyarakat mampu mengembangkan potensinya sendiri, memiliki penghasilan layak, dan bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen. Karena itu, penguatan UMKM, BUMDes, dan koperasi yang selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Garut harus kita maksimalkan,” jelas Deden.
Menutup keterangannya, Deden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan nyata.
Ia juga mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. Sementara para pelaku usaha dan petani diharapkan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Di sisi lain, aparatur pemerintah desa diminta terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang prima sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(Atu)

