GARUT – Komunitas grup whatsapp Ruang Rakyat Garut (RRG) menggelar debat panas di RM 33 Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa 2 April 2024. Selain itu RRG juga menggelar bukber dan berbagi takjil gratis kepada pengguna jalan.
Debat panas yang digelar RRG merupakan tindak lanjut dari debat yang biasanya digelar di grup WA. Kali ini debat dilangsungkan di darat agar para peserta dan narasumber bisa meluapkan aspirasi dan pemikirannya.
Debat ini sengaja difasilitasi oleh pengurus Grup WA RRG, agar para tokoh Garut yang biasa diskusi dan debat di grup bisa langsung tatap muka untuk menyampaikan pemikirannya langsung.
Tema debat sendiri cukup umum, namun semuanya mengerucut kepada bagaimana upaya untuk memajukan Kabupaten Garut ke depan.
Adapun peserta debat yang hadir menjadi narasumber antara lain, perwakilan Dewan Pendidikan, Aktivis lingkungan, seninam, tokoh jurnalis, dan juga bakal calon bupati.
Dalam kesempatan itu tampak Ceng Hilman, tokoh muda yang baru saja mendaftar sebagai bakal calon bupati di partai PDI Perjuangan.
Ceng Hilman dalam kesempatan itu menjadi salah satu narasumber dan memberikan pandangan atau pemikirannya tentang Garut.
Ia banyak mengkritisi kinerja Pemerintah Kabupaten Garut dan SKPD di bawahnya. Ceng Hilman menilai banyak SKPD yang tumpang tindih dalam melakukan kerjanya.
Ceng Hilman mengatakan bahwa tata kelola dari Pemerintah Kabupaten Garut selama ini perlu diperbaiki.
” Ya yang pertama tata kelola pemerintahan ini perlu untuk lebih dikelola lagi secara baik. Karena saya melihat bahwa banyak terjadi adanya tumpang tindih di SKPD,” ujarnya.
Akibatnya kata Ceng Hilman, SKPD selama ini kurang jelas kerjanya dan terkesan tidak nyambung dengan visi misi bupati.
” Harusnya kalau kita punya visi misi yang jelas maka akan disusun menjadi rencana strategis kerja (Renstra). Dan rencana ini akan lari ke dinas mana dinas mana. Sehingga nanti akan ada kejelasan positioning. Akan ada kejelasan bagaimana langkah-langkah taktis dalam melaksanakan kerja-kerja dalam membantu terhadap apa yang menjadi visi misi bupati tersebut,” jelasnya.
” Saya melihat banyak sekali tumpang tindih antar SKPD yang satu dengan yang lainnya. Makanya ini harus disusun sejak awal. Pemerintahan yang akan datang harus menyusun pertama dari visi misi mau ngapain dia 5 tahun yang akan datang. Setelah itu nanti diturunkan menjadi renstranya, rencana strategisnya seprti apa.Renstra itu nanti diturunkan menjadi wilayah-wilayah kerja secara strategis yang dilakukan oleh SKPD,” tambahnya.
” Ya programnya kan contoh begini tadi saya mengatakan, masalah produksi saja, misalnya pertanian di bidang peternakan yang itu menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Kita belum ada kejelasan. Sisi ekonomi saja, harusnya kita bisa memanfaatkan, uang itu berputar di dalam. Petani menghasilkan beras, dibelinya oleh masyarakat, berputar di situ. Akhirnya kan, tidak terjadi karena banyak diimpor dari luar,” jelasnya.
Ceng Hilman dalam kesempatan ini juga menyinggung soal sampah di Kabupaten Garut.
” Ya sayamendapatkan laporan dari teman-teman dan saya juga melihat fakta-fakta banyak sekali pencemaran lingkungan dari pembuangan sampah oleh masyarakat. Nah ini kan seharusnya pemerintah bisa memfasilitasi tidak hanya kemudian sampai di TPA, tapi bagaimana sampah ini bisa berdaya guna dan itu kan ada beberapa teknologi yang bisa digunakan,” ujarnya.
” Bisa berhasil menjadi pupuk bisa didaur ulang kembali, jadi kan ada nilai ekonominya kembali. Nah inilah yang kemudian tidak ada kejelasan oleh pemerintah., tiba-tiba hanya dikirm ke TPA disiapkan kendaraan untuk mengirim ke TPA kan itu yang jadi permasalahan,” katanya lagi.(gilang)
baca juga: Pabrik Chang Shin Garut Didemo oleh Karyawan PT. Shinhwa, Menuntut Sisa Pembayaran Rp22,5 Miliar?
baca juga: Gadis Cantik dari Garut Unjuk Kebolehan dalam Fashion Show, Tampilkan Busana Muslimah

