Site icon Bircunews

Garut Diserang Difteri, Dinkes Garut Sebut Bahayanya Sama dengan Covid-19?

ILUSTRASI...(Dinkes Garut sebut difteri sama bahayanya dengan covid-19)

ILUSTRASI...(Dinkes Garut sebut difteri sama bahayanya dengan covid-19)

GARUT – Kabupaten Garut saat ini tengah diserang oleh penyakit difteri. Penyakit yang cukup berbahaya bahkan sudah menyebabkan korban meninggal dunia di Garut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani bahkan menyebut, penyakit ini sama bahayanya dengan covid-19.

Sampai sekarang kata Leli, sudah ada beberapa daerah yang terkonfirmasi diserang difteri. Antara lain di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan. Kemudian juga ada yang masih tahap pemeriksaan yaitu di Kecamatan Tarogong Kaler.

Sampai hari Selasa kemarin kata Leli, warga yang positif ada 2 orang, yaitu usia 7 tahun dan 19 tahun. Sekarang ini sudah diisolasi di rumah.

Kemudian hari ini juga ada yang dilaporkan positif difteri. “Tetapi hari ini, Rabu (22/02) ada laporan lagi yang positif tambah 3 menjadi 5 orang. Hal itu berdasarkan informasi dari hasil Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) provinsi “ungkap Leli kepada wartawan saat ditemui di kantornya.

baca juga: Bupati Garut Meresmikan Wisata Eling, Apa Itu?

Sementara yang dirawat di RSUD dr. Slamet Garut ada 3 orang dan itupun dinyatakan suspek (diduga bergejala).

Sementara yang kontak erat ada 55 orang, usianya kebanyakan di 15 tahun ke bawah.

baca juga: Desa Wisata Sindangkasih Perlu Sentuhan Pemkab Garut

“Nah sekarang kami sedang fokus mengawasi yang kontak erat tersebut. ” ujar Leli.

Karena itu kata Leli, pada Senin depan akan dilakukan Outbreak Response Immunization, yaitu imunisasi yang dilakukan karena adanya suatu KLB.

Adapun yang suspek dan kontak erat sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

baca juga: BIRCU Publisher: Democracy, But What Kind of Democracy?

Nah bagi mereka yang menjalani isolasi Dinas Kesehatan memberikan bantuan kepada mereka. Diantaranya 7 kepala keluarga yang diberikan bantuan sembako.

Leli menjelaskan, sebagai bentuk antisipasinya, masyarakat harus melengkapi status imunisasi pada anak-anak. Jika imunisasi belum lengkap maka harus menghubungi puskesmas.

Selanjutnya masyarakat harus waspada jika memiliki gejala seperti terserang difteri.

Gejala difteri sendiri antara lain nyeri tenggorokan, demam, bengkak di leher terutama pada membran putih di tenggorokan. Jika mempunyai gejala ini harus segera melapor ke puskesmas.

“Nah itu harus segera melapor ke Puskesmas, dan juga di samping itu memang kita harus jaga jaga terhadap protokol kesehatan ya. Karena bakteri itu juga menular lewat percikan ludah, sehingga bisa menular lewat batuk, bersin kemudian berbicara, dan juga penggunaan alat makan bersama,itu juga harus hati – hati.. Begini covid-19 dan difteri sama bahayanya, makanya masyarakat harus hati hati,” ujarnya.

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version