27.4 C
Garut
Sabtu, April 18, 2026

Buy now

Dosen SITH ITB Berikan Pelatihan Pada Warga Garut, Mengolah Produk Pertanian dan Budidaya Lebah Madu

GARUT – Dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan pelatihan pengolahan produk pertanian dan budidaya lebah madu, di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Masyarakat di Desa Sirnajaya mendapatkan banyak ilmu tentang produk pertanian dan budidaya lebah madu. Tentunya pelatihan ini sangat tepat, karena mayoritas masyarakat di Desa Sirnajaya besik profesinya adalah petani.

Noviana Budianti, Dosen SITH ITB menjelaskan, ada empat orang Dosen SITH yang terlibat dalam pelatihan ini. Antara lain Endah Sulistyawati (ketua pelaksana), Rijanti Rahaju Maulani, Ahim Ruswandi, dan dirinya.

Kemudian ada tiga orang mahasiswa dari Pogram Studi (Prodi) Sarjana Biologi dan Prodi Sarjana Rekayasa Kehutanan yang juga ikut terlibat.

Noviana menjelaskan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Kawasan konservasi memiliki nilai ekologis yang tinggi dan berperan penting dalam menyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Sayangnya, lanjut Noviana, seringkali kegiatan konservasi justru menimbulkan konflik dengan kepentingan masyarakat karena dianggap tidak bernilai ekonomi.

“ Hutan Gunung Papandayan merupakan kawasan konservasi penting di Jawa Barat yang berstatus sebagai cagar alam (CA). Agar kawasan ini terlindungi dari aktivitas seperti alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, penebangan pohon, dan perburuan hewan, maka masyarakat pada desa penyangga harus memiliki sumber penghasilan yang cukup dari kegiatan ekonomi di desa,” ujarnya.

“ Sehingga tidak melakukan kegiatan yang merusak di dalam kawasan cagar alam. Meskipun SITH telah memiliki kegiatan penelitian ekologi dan biodiversitas di kawasan CA Gunung Papandayan sejak awal tahun 2000an, dengan mitra utama seorang tokoh masyarakat, yaitu Bapak Pipin Suryana (penerima penghargaan Kalpataru), kesejahteraan masyarakat di daerah penyangga juga menjadi perhatian,” lanjutnya.

Oleh karena itu lanjut Noviana, pelatihan ini sebagai bentuk upaya untuk mengembangkan sumber peghasilan alternatif bagi masyarakat, juga sebagai salah satu bentuk implementasi dari tridharma perguruan tinggi.

Pihaknya mengangkat tajuk “Pengembangan Produk Pangan Lokal dan Budidaya Lebah Madu untuk Mendukung Konservasi Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan, Kab. Garut”.

“Rangkaian kegiatan pelatihan dilakukan di Kampung Pasirtalang, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang merupakan salah satu desa penyangga kawasan CA Gunung Papandayan, dan bermitra dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra Gantari Pastal dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Gantara Alam Pastal,” ujar Noviana.

Pelatihan sendiri diawali dengan focus group discussion (FGD) untuk menggali aspirasi dan kebutuhan masyarakat. FGD dilakukan secara terpisah untuk KWT dan KTH, masing-masing pada tanggal 25 Juni dan 2 Juli 2022.

Kegiatan FGD menghasilkan dua topik pelatihan, yaitu pengembangan produk pangan lokal berupa keripik buah dan sayur untuk anggota KWT Citra Gantari Pastal serta budidaya lebah madu tanpa sengat untuk anggota KTH Gantara Alam Pastal.

Selain menghasilkan topik pelatihan, FGD juga berfungsi sebagai penyadartahuan potensi lokal sehingga masyarakat dapat memanfaatkan produk di sekitarnya sebagai sumber penghasilan alternatif.

Misalnya, untuk meningkatkan nilai tambah, sayuran dan buah perlu diolah terlebih dahulu sehingga dapat dijual sebagai produk olahan yang harganya lebih tinggi daripada harga bahan mentah, terutama pada saat panen melimpah dan harga produk menurun.

Dalam hal budidaya lebah madu, FGD juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memelihara hutan yang menjadi sumber pakan bagi lebah yang dibudidayakan. Dengan berkembangnya kegiatan pariwisata di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, produk-produk ini berpotensi untuk dijual sebagai penganan khas dan oleh-oleh di kawasan tersebut.

“ Sebagai tindak lanjut dari kegiatan FGD, pelatihan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2022 di Kampung Pasirtalang. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Sirnajaya dan diawali dengan penyerahan bantuan untuk stimulan bagi masyarakat, yaitu berupa mesin penggorengan kepada KWT Citra Gantari Pastal untuk pengolahan keripik sayur dan buah serta stup dan bibit lebah tanpa sengat kepada KTH Gantara Alam Pastal untuk budidaya lebah madu,” Ujar Noviana.

BACA JUGA: Dicanangkan Semua Puskesmas di Garut Dapat Motor Operasional Untuk Bantu Balita Stunting

Pelatihan dilakukan secara paralel untuk KWT dan KTH. Untuk KWT, materi pelatihan terdiri dari (1) konsep dasar pengolahan pangan, (2) teknik pembuatan keripik buah dan sayur, (3) teknis penggunaan mesin penggorengan, dan (4) praktik pembuatan keripik buah dan sayur. Sedangkan untuk KTH, materi pelatihan terdiri dari (1) karakteristik dasar lebah madu, (2) teknik budidaya lebah madu, dan (3) praktik pemisahan koloni lebah.

“ Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya anggota KWT dan KTH yang hadir, yaitu mencapai 50 orang untuk masing-masing kelompok, dan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir,” terangnya.

BACA JUGA: Sebuah Rumah di Desa Mulyasari Roboh, Diduga Karena Sudah Lapuk

Meskipun waktu pelatihan relatif terbatas, masyarakat berkomitmen untuk meneruskan kegiatan ini secara mandiri. Misalnya, anggota KWT Citra Gantari Pastal secara rutin dan terorganisasi melakukan uji coba teknik pengolahan sayur dan buah dengan bahan baku yang bervariasi.

Kemudian untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan, tim dosen SITH ITB kembali mengunjungi Kampung Pasirtalang pada tanggal 8 Oktober 2022. Pada kesempatan tersebut, tim berdiskusi dengan perwakilan KWT dan KTH untuk memantau perkembangan dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat.

Pada saat itu, ibu-ibu anggota KWT telah berhasil menemukan resep terbaik untuk keripik buah dan produknya sudah siap untuk dikomersialisasikan. Namun demikian, anggota KWT masih memerlukan arahan dalam hal manajemen produksi, pengemasan produk, dan strategi pemasaran.

BACA JUGA: Ketua DPC PDI Perjuangan Garut Santuni Korban Kebakaran di Desa Mekarsari

Sementara itu, untuk budidaya lebah madu yang dilakukan oleh KTH, koloni lebah sudah berkembang dengan baik, hanya saja belum terlihat signifikan sehingga membutuhkan waktu lebih untuk pemantauan.

“ Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat di sekitar CA Gunung Papandayan sehingga peningkatan kesejahteraan dapat tercapai melalui pemanfaatan sumber daya alam di sekitar desa, tanpa perlu melakukan perambahan hutan, seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada beberapa dekade sebelumnya,” ujar Noviana.

Masyarakat pun mengapresiasi kegiatan ini karena sudah membukakan jalan untuk memulai usaha dan membangun keguyuban masyarakat. Selain itu, masyarakat juga berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan periode waktu yang lebih panjang.(*)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Bircunewshttp://bircunews.com
Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999.Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903