Site icon Bircunews

Dinas Pertanian Garut Distribusikan Bantuan Pupuk Bagi Kelompok Tani Tembakau

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir.Haeruman menunjukkan pupuk bantuan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir.Haeruman menunjukkan pupuk bantuan

Garut – Dinas Pertanian Kabupaten Garut distribusikan bantuan pupuk untuk kelompok tani, khusus petani tembakau Jumat 8 Desember 2023. Bantuan ini merupakan upaya untuk meningkatkan produksi tembakau.

Dinas Pertanian Kabupaten Garut mendistribusikan pupuk NPK formulasi khusus tanaman tembakau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir.Haeruman Menjelaskan bantuan pupuk ini dikhususkan untuk mendukung pertanian tembakau. Pupuknya memang khusus buat tanaman tembakau berupa NPK formula khusus sebanyak 1750 kilogram per kelompok.

“Dari kemarin kami telah mendistribusikan sarana produksi berupa pupuk yaitu pupuk NPK formulasi khusus untuk tanaman tembakau yang dialokasikan untuk 15 kelompok masyarakat tani.” ujarnya.

“Batuan diberikan dalam kisaran 1,750 kilogram. Adapun kelompok yang diberikan bantuan berupa hibah itu dimulai dari Kecamatan Karangtengah, Malangbong, Sukaresmi Selaawi, Cisurupan. Kami sengaja memberikan bantuan tersebut pada kelompok tani yang mengembangkan tembakau mengingat keterbatasan anggaran” Lanjut Haeruman.

“Kami baru bisa memberikan untuk 15 bulan khusus untuk pemupukan pada komoditi tembakau yang dikatakan formulasi khusus NPK fertila. Jadi tembakau itu kan sangat spesifik,artinya memberikan pupuk tidak bisa sembarangan kepada tanaman tembakau. Misalnya menggunakan orea yang berlebihan terus Phonska juga tidak boleh.” jelasnya.

Lebih lanjut Haeruman menjelaskan pupuk formula khusus ini memang menjadi standar dalam budidaya tembakau yang baik dan benar.

“Kalau tembakau untuk budidaya teknis yang baik dan benar adalah harus menggunakan pupuk dengan menggunakan formulasi khusus, karena tembakau itu sangat spesifik sekali yang disamping itu tidak boleh mengandung unsur klor. Aipabila banyak-banyak mengandung unsur tembakau itu melepas kalau istilah bahasa Sunda mah disengat nyala tapi padam,dibakar nyala, nyala mati lagi itu melepas” jelasnya.

“Kemudian itu akan berpengaruh terhadap harga yang sudah ditentukan oleh pabrik, apabila tembakau menggunakan terlalu banyak unsur CL berlebihan itu akan berpengaruh terhadap kualitas tembakau. Nah kalau daerah Surabaya itu sudah ada kemitraan yang terjalin permintaan jadi tembakau itu diminta sesuai dengan pasar tapi tetap harus memperhatikan kualitas bahan baku yang dihasilkan.”ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika tahun depan anggarannya mencukupi maka bantuan akan kembali dialokasikan ke beberapa wilayah petani tembaku.

“Ada tempat yang sudah dikembangkan yaitu hampir kurang lebih di 29 Kecamatan yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten Garut. Kalau di total itu ada 29 Kecamatan, termasuk mungkin kemarin kita juga mencoba karena di sana antusias masyarakat tinggi,dan kita mengembangkan kemampuan di daerah seperti di Ciklet desa Tipar, nah kemarin kami mendatangkan tim ahlinya kemudian memberikan penyuluhan, kami mengundang narasumbernya dari Jember gitu,” Pungkasnya. (Gilang)

baca juga:LBH Balinkras DPC Garut Rayakan Anniversary ke-12, Dini Agustini Berharap Anggota Meningkatkan Peran Aktif dalam Menegakkan Keadilan

baca juga:Biebie Bagja Bawakan Lagu Tak Ingin Sendiri dalam Lomba Lagu Kenangan di Art Center Garut

Gilang Candra

Exit mobile version