GARUT — Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, ditunjuk oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut untuk mewakili daerah dalam ajang lomba desa wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa.
Penunjukan tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan DPMD Kabupaten Garut. Desa Karamatwangi dinilai memiliki potensi wisata yang layak diunggulkan, salah satunya Agrowisata Tepas Papandayan yang selama ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Karamatwangi, Rana Kurnia, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan berbagai dokumen persyaratan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Proses pengunggahan dokumen menjadi salah satu tahapan awal sebelum pelaksanaan lomba.
“Ya tepatnya lomba desa wisata yang diselenggarakan oleh kementerian desa. Sekarang sudah mulai upload dokumen, mungkin di kisaran bulan November awal (pelaksanaannya ),” ujarnya.
Rana menjelaskan, kompetisi tersebut akan dimulai dari tingkat provinsi. Apabila berhasil lolos seleksi, Desa Karamatwangi akan mewakili Provinsi Jawa Barat untuk bersaing di tingkat nasional.
“Dari hasil seleksi dinas DPRD Kabupaten Garut kami harus mewakili Garut ke tingkat provinsi dan nanti mewakili provinsi ke pusat,” ujarnya.
Menurut Rana, terdapat sejumlah aspek yang menjadi bahan penilaian dalam lomba desa wisata. Di antaranya, kemampuan pengelola menyediakan fasilitas yang ramah anak, ramah bagi ibu menyusui, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Selain itu, daya tarik dan berbagai sajian wisata yang ditawarkan kepada pengunjung juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Di sisi lain, Agrowisata Tepas Papandayan telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa (PADes). Meski demikian, Rana menilai potensi pendapatan tersebut masih dapat ditingkatkan karena pengembangan kawasan wisata hingga kini masih terus berjalan.
Sepanjang 2025, Agrowisata Tepas Papandayan tercatat menyumbangkan sekitar Rp500 juta ke kas desa sebagai pendapatan bersih. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kontribusi sektor pariwisata terhadap penguatan ekonomi desa.
Rana menambahkan, pembangunan dan pembenahan kawasan wisata tersebut belum sepenuhnya rampung. Masih terdapat sejumlah fasilitas dan bagian kawasan yang perlu diperbaiki serta dikembangkan. Kondisi ini membuat BUMDes harus mengalokasikan anggaran cukup besar untuk mendukung pembangunan secara bertahap.
Dengan persiapan mengikuti lomba desa wisata dan pengembangan yang terus dilakukan, Desa Karamatwangi berharap Agrowisata Tepas Papandayan semakin dikenal luas serta mampu meningkatkan daya tarik wisata dan kontribusinya terhadap pendapatan desa.(Pey)

